Ada Flek Hitam di Kulit Meski Jarang Keluar Rumah, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memasak. foobot.oi

    Ilustrasi memasak. foobot.oi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pigmentasi atau masalah pada pigmen kulit dapat menyebabkan bintik dan flek hitam. Penyebab utamanya adalah paparan sinar ultraviolet. Namun ternyata di dalam ruangan tertutup sekalipun kulit tetap bisa mengalami pigmentasi. 

    Baca juga: Tips Perawatan Kulit untuk Kamu yang Berusia 30 Tahun

    Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah Puri Indah, dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp. KK, mengatakan bahwa pigmentasi tidak hanya disebabkan oleh sinar ultraviolet melainkan panas juga dapat memicunya. "Oleh karenanya, ketika berada di dalam rumah atau ruangan tertutup sekalipun selama seseorang berkontak dengan panas maka dapat menimbulkan pigmentasi," ujarnya.

    Salah satu contohnya aktivitas sehari-hari yang dapat memicu pigmentasi adalah memasak. "Saya sering menemui kasus di mana seorang wanita yang setiap hari memasak kemudian kulit wajahnya kusam padalah jarang keluar rumah. Ternyata panas dari api kompor yang terus menerus bisa memicu pigmentasi," lanjut Kardiana.  

    (Depositphotos)
    (Depositphotos)

    ADVERTISEMENT

    Selain api kompor, ternyata lampu juga dapat memicu pigmentasi. "Karena lampu juga menimbulkan panas sehingga saya sama sekali tak anjurkan untuk duduk di bawah lampu langsung," kata Kardiana.

    Dokter Kardiana pun mengingatkan pentingnya memakai krim tabir surya demi mencegah pigmentasi. "Makanya ketika ada yang bertanya apakah kalau di dalam ruangan wajib memakai pelindung ber-SPF, saya jawab iya. Gunakan tabir surya setiap saat beraktifitas. Bangun pagi, pelembab dan sunblock itu harus," tandasnya.

    AURA

    Artikel lain: Merawat Kulit Leher Sama Pentingnya dengan Wajah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.