Pelecehan Ariana Grande, Tak Cuma Sentuhan Ada Bentuk Lainnya

Ariana Gande dan Pendeta Charles H. Ellis III yang meraba payudara Ariana Grande di acara pemakaman ratu soul Amerika Serikat, Aretha Franklin pada hari Jumat, 31 Agustus 2018. [FOX NEWS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pendeta Charles H Ellis III dituding melakukan pelecehan seksual terhadap penyanyi Ariana Grande. Hal ini terjadi ketika Ariana Grande menghadiri pemakaman penyanyi legendaris Aretha Franklin pada Jumat, 31 Agustus 2018 di Detroit, Amerika Serikat yang dipimpin oleh Charles H Ellis III.

Baca juga: Pelecehan Seksual Ariana Grande, Psikolog: Pelaku Punya Kekuatan

Dalam foto dan video yang beredar, terlihat tangan kanan pendeta Charles H Ellis III merangkul tubuh penyanyi 25 tahun itu. Namun, tangan sang pendeta terlihat berada tepat di samping payudara kanan Ariana Grande. 

Psikolog Kasandra Putranto mengatakan pelecehan seksual tidak hanya berupa sentuhan. Tapi juga bisa terjadi hanya melalui godaaan hingga tatapan mata pelaku. “Siul siul, memanggil nama panggilan tertentu seperti baby, honey atau menyebutkan atribut tertentu seperti juicy, wanna pee dan lain-lain juga pelecehan,” jelas Kasandra kepada Tempo, Senin, 2 September 2018. 

Mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton disebut terpesona menyaksikan Ariana Grande bernyanyi di acara pemakaman ratu penyanyi soul Amerika, Aretha Franklin.

Kassandra juga menepis tudingan yang menilai pelecehan terhadap Ariana Grande disebabkan karena pakaiannya yang dianggap seksi saat itu. Menurut dia, terlepas dari apapun pakaiannya, semuanya tergantung dari pribadi pelaku pelecehan. “Bukan salah rok atau pakaian perempuan tapi salahkan mata dan otak pria yang tidak terkendali,” tegas Kasandra. 

Kasandra juga ikut memperhatikan reaksi Ariana Grande saat kejadian yang cenderung risih. Ia menyayangkan sikap wanita berusia 25 tahun yang tidak memberi perlawanan. Namun, ia memaklumi lantaran saat itu Ariana Grande tengah berada di depan publik dan tidak ingin merusak jalannya acara.

Namun, Kasandra menegaskan apapun yang terjadi dan di manapun yang namanya pelecahan seksual tidak bisa dibiarkan. Sebab, hal ini akan berakibat fatal jika terus dibiarkan yaitu akan memiliki kemungkinan dan menjurus pada bentuk pelecehan yang lebih besar lagi. “Meremehkan artinya membiarkan kekerasan terjadi dan berpotensi semakin besar. Untuk menyatakan penolakan tidak harus membuat keributan. Coba tatap kembali mata (pelaku) dan nyatakan bahwa dia harus mengendalikan diri,” tutup Kasandra.






Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

1 hari lalu

Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

Menurut jaksa keterangan ahli psikologi forensik dalam kasus Putri Candrawathi tidak relevan dijadikan alat bukti.


Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

1 hari lalu

Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

Jaksa menuding Putri Candrawathi malah tidak berkata jujur dan ketidakjujuran ini didukung oleh tim kuasa hukumnya.


Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

1 hari lalu

Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

Dani Alves saat ini mendekam di penjara Brians 2 di Barcelona karena kasus pelecehan seksual sejak 20 Januari lalu.


Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

1 hari lalu

Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

Tim kuasa hukum Dani Alves berencana mengajukan banding terhadap perintah penahanan sementara tanpa jaminan terhadap kliennya, Senin, 30 Januari 2023.


Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

3 hari lalu

Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Warga Jakarta, khusunya yang perempuan khawatir terjadi pelecehan seksual di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skywalk Kebayoran Lama


Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

3 hari lalu

Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

Ferdy Sambo dalam pleidoinya sempat merasa frustrasi karena banyaknya tekanan dan olok-olok dari berbagai pihak. Apa beda frustasi dengan putus asa?


Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

5 hari lalu

Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

Pelapor mengidentifikasi Dani Alves dari tato bulan sabit di perutnya.


Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

6 hari lalu

Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

Apapun yang dilakukan, kata Putri Candrawathi, menjadi salah di mata mereka. Dia pun siap mempertanggungjawabkan kesaksiannya kepada Tuhan.


Pengacara Putri Candrawathi Sebut Hasil Poligraf Tidak Valid dan Cacat Hukum

6 hari lalu

Pengacara Putri Candrawathi Sebut Hasil Poligraf Tidak Valid dan Cacat Hukum

Pengacara Putri Candrawathi menyimpulkan hasil Poligraf kurang valid dan cacat hukum pada sidang pledoi di PN Jaksel


Baca Pleidoi, Putri Candrawathi: Saya Dituding Perempuan Tua yang Mengada-ada

6 hari lalu

Baca Pleidoi, Putri Candrawathi: Saya Dituding Perempuan Tua yang Mengada-ada

Andai waktu bisa diputar kembali, Putri Candrawathi mengatakan, ia memilih untuk diam karena jika menceritakan akan semakin membuatnya trauma.