Pelecehan Seksual Ariana Grande, Psikolog: Pelaku Punya Kekuatan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ariana Grande membawakan lagu di Wango Tango di Banc of California Stadium, Los Angeles, Sabtu, 2 Juni 2018. Ariana membawakan 10 lagu andalannya, seperti Into You dan Side to Side. REUTERS/Mario Anzuoni

    Ariana Grande membawakan lagu di Wango Tango di Banc of California Stadium, Los Angeles, Sabtu, 2 Juni 2018. Ariana membawakan 10 lagu andalannya, seperti Into You dan Side to Side. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Ariana Grande diduga mengalami pelecehan seksual saat menghadiri pemakaman penyanyi legendaris, Aretha Franklin, Jumat, 31 Agustus 2018. Ariana Grande hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dengan menyanyikan lagu Aretha Franklin yang populer berjudul (You Make Me Feel Like) A Natural Woman.

    Baca juga:
    Bahasa Tubuh Ariana Grande yang Menolak Dirangkul Pendeta Ellis

    Setelah bernyanyi, pemimpin upacara pemakaman, Pendeta Charles H Ellis III, mengajak Ariana Grande berdiri bersama di mimbar. Pendeta Ellis menggiring Ariana Grande dengan merangkul bagian tubuhnya. Dari foto dan video yang beredar, tangan kanan pendeta Ellis berada tepat di samping payudara Ariana Grande. Hal tersebut menuai komentar dan kritik banyak orang.

    Ariana Gande dan Pendeta Charles H. Ellis III yang meraba payudara Ariana Grande di acara pemakaman ratu soul Amerika Serikat, Aretha Franklin pada hari Jumat, 31 Agustus 2018. [FOX NEWS]

    Psikolog Kasandra Putranto menilai kejadian itu disebabkan adanya distribusi kekuatan yang tidak seimbang di antara kedua pihak yang terlibat. “Pelaku memiliki kekuatan dan pengaruh yang sulit dielakkan, sementara korban tidak berdaya,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 3 September 2018. 

    Dalam video itu terlihat Ariana Grande terkejut dan merasa tidak nyaman mendapat perlakukan tersebut. Namun, saat itu, Ariana Grande tidak terlalu memperlihatkan perlawanan agar hal itu tidak terus berlangsung. “Seharusnya AG melawan dengan gestur menolak atau memberikan kode bahwa dia tidak menerima perlakuan tersebut,” kata Kasandra. 

    Meski dalam kondisi yang ramai dan tidak ingin merusak jalannya acara, sebagai korban, Ariana Grande harus menunjukkan sikap tegas sebagai wanita. Dalam hal ini, ia harus bisa berdaya dan mengumpulkan kekuatan untuk menghindari kejadian tersebut terus berlanjut. “Tetapi mungkin kejadiannya cepat sekali dan Ariana Grande tidak berani,” ucap Kasandra.

    Artikel lain: 
    Rambut Ariana Grande Selalu Dikuncir Tinggi, Ada Alasannya
    Tuduhan Pelecehan Ariana Grande Dibelokkan ke Busana, Hati-hati
    Pelecehan Ariana Grande, Bagaimana Melawan di Ranah Publik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.