Kamis, 15 November 2018

Awas, Gangguan Mental Mengancam Anak Obesitas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com

    Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak yang gemuk memang terlihat lucu dan menggemaskan. Namun, jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin berat badannya akan semakin berlebih sehingga menyebabkan obesitas.

    Kelebihan berat badan atau obesitas pada anak tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik saja. Anak-anak tersebut juga rentan mendapatkan ejekan dan risakan dari teman-temannya, baik pada masa anak-anak maupun remaja. Kondisi ini pada akhirnya dapat menurunkan rasa percaya diri anak.

    Artikel terkait:
    Cegah Obesitas dengan Taurin
    Obesitas, Pangkas Berat Badan dengan Buah Persik
    Bahaya Radiasi Ternyata Tak Separah Merokok dan Obesitas
    Manfaat Tembaga untuk Mengatasi Obesitas

    Psikolog anak dan dewasa dari Rumah Sakit Royal Progress, Nadia Rachman, mengatakan bahwa anak dan remaja yang memiliki berat badan berlebih berisiko dua kali lipat mengalami masalah kesehatan fisik, mental, dan ketidakmampuan belajar.

    Hal ini menurutnya sesuai dengan studi yang dilakukan para peneliti UCLA yang menemukan bahwa anak obesitas berisiko mengalami gangguan mental hingga 1,3 kali lebih besar daripada anak-anak dengan berat badan normal.

    Para peneliti mengkaji data dari National Survey of Children’s Health 2007 yang melibatkan 43.300 anak berusia 10 hingga 17 tahun. Sekitar 15 persen dari jumlah tersebut dianggap mengalami kelebihan berat badan dan 16 persen mengalami obesitas.

    Menurutnya, beberapa gangguan sosial yang rentan dialami anak obesitas antara lain merasa rendah diri karena kerap dirisak oleh teman-temannya. Anak obesitas juga memiliki kecemasan dan sering merasa minder, bahkan hingga depresi.

    “Persoalan sosial tersebut akan semakin kompleks jika dialami oleh anak perempuan yang mulai beranjak dewasa. Biasanya mereka akan merasa minder dan kurang percaya diri sehingga segan bergaul dan merasa terasing. Ini bisa mempengaruhi kemampuannya dalam belajar,” tuturnya.

    Front Page Cantik. Mencegah Anak Obesitas. shutterstock.com

    Untuk mengatasi permasalah emosi anak-anak dengan berat badan berlebih, orang tua memiliki peranan yang sangat penting. Orang tua harus lebih mendekatkan diri pada anak karena pola asuh orang tua akan sangat mempengaruhi kondisi fisik dan mentalnya.

    Orang tua juga harus dapat menjadi sahabat bagi buah hatinya. Beri perhatian dan kasih sayang yang tulus untuk mengubah persepsi negatif yang ada pada diri anak menjadi energi positif.

    Di samping itu, orang tua pun perlu memberi kesempatan anak mengembangkan kemampuannya sesuai minat dan bakat. Dengan demikian, anak akan fokus pada kemampuan yang dimilikinya.

    “Mengikutsertakan anak pada kegiatan yang menarik dan sesuai minatnya dapat melatih rasa percaya dirinya juga,” jelas Nadia.

    Hal lain yang perlu diperhatikan orang tua ialah mengenai pola makan anak. Seringkali anak obesitas memilih makanan yang mengandung banyak glukosa dan sulit mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

    Oleh karena itu, butuh kreativitas orang tua mengkreasikan makanan-makanan sehat dalam berbagai bentuk sehingga anak senang untuk mengkonsumsinya.

    “Kalau sayur hanya diberi dalam bentuk sayur biasa, anak mungkin akan sulit makan. Maka orang tua harus dapat mengkreasikannya dengan membuat menu yang menarik,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.