Pesta Pernikahan yang Intim, Apa yang Harus Diperhatikan?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren konsep pernikahan 2018 mengalami pergeseran yang cukup menarik. Calon pengantin kini tidak lagi fokus terhadap banyaknya jumlah tamu undangan.

    Baca juga:
    5 Mitos Keliru Seputar Pernikahan

    Pernikahan Sederhana Kian Diminati, Alasannya Bukan Hanya Irit

    Menurut Emil Eriyanto, pendiri Multi Kreasi Enterprise, mereka justru cenderung memilih suasana intim. "Sebenarnya tahun ini, banyak orang coba mengecilkan skala tamu. Mereka membatasi jumlah tamu dan menggelar intimate party," ujar Emil Eriyanto dalam konferensi pers Jakarta Wedding Festival 2018.

      
    (Depositphotos)
    (Depositphotos)

    Perubahan tren konsep pernikahan disebabkan oleh beberapa faktor. Emil Eriyanto menilai biaya dan kenyamanan mempengaruhi kecenderungan calon pengantin untuk memilih pesta dengan suasana intim.

    "Saya tidak tahu karena faktor situasi ekonomi atau orang merasa sebuah pesta pernikahan itu bisa dinikmati. Kalau kita lihat, pesta pernikahan bisa mengundang 8000 atau 9000 orang dulu. Mereka (pengantin) sih nggak menikmati pesta, tapi mendapat lelahnya," tutur Emil Eriyanto.

    Artikel lain:
    5 Penghancur Ikatan Pernikahan
    6 Kiat Menghemat Biaya Pesta Pernikahan

    Konsep pernikahan lain yang diminati adalah mingle party. Pengantin tidak harus berdiri dan bersalaman di sebuah pelaminan. Mereka justru bebas berjalan lalu menghampiri tamu undangan. Untuk konsep mingle party, Emil Eriyanto menghimbau calon pengantin mempertimbangkan jumlah tamu undangan. Jumlah mereka tidak bisa terlalu banyak.

    "Mereka ingin lebih santai, iya. Tapi, kami juga memberikan gambaran kalau pesta mingle itu ada kapasitas tamu yang harus dipikirkan. Kita nggak mungkin membuat semuanya mingle, nanti malah berebut salaman," tutup Emil Eriyanto

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.