Tangkal Penyakit Jantung dengan Makan Ikan 2 Kali Seminggu

Reporter

ilustrasi ikan tuna (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Sakit tak bisa direncanakan. Penyakit datang kapan saja dan di mana saja. Penyakit juga tak memandang usia dan jenis kelamin. Jadi, setiap manusia memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri untuk sadar dan berupaya menjaga kesehatan agar bebas penyakit.

Di sisi lain, ada beberapa penyakit yang terjadi secara tidak terduga, bahkan jika kita memiliki gaya hidup yang sehat. Contohnya, kanker darah, yang dapat terjadi pada siapa saja kapan saja.

Berbeda dengan penyakit jantung dan obesitas, yang pasti dapat dicegah jika kita memiliki kebiasaan gaya hidup sehat seperti diet seimbang, olahraga teratur. Jadi, ada beberapa makanan alami yang dapat mengurangi risiko serangan jantung ketika dikonsumsi secara teratur.

Artikel terkait:
Memahami Sindrom Kardiorenal, Bukan Penyakit Jantung Biasa
Cegah Masalah Jantung dengan 5 Makanan Sehat Ini
Dokter Spesialis Ungkap Mitos Seputar Penyakit Jantung
Jangan Abaikan Tanda-tanda Ini, Bisa Jadi Penyakit Jantung  

Apa itu Serangan Jantung?
Tubuh manusia terdiri dari sejumlah organ yang semuanya memiliki fungsi yang berbeda. Organ vital, yaitu paru-paru, jantung, otak, ginjal, dan hati, adalah organ tubuh yang paling penting karena menjalankan fungsi-fungsi utama. Kerusakan kecil pada organ-organ vital yang disebabkan oleh penyakit atau cedera dapat menyebabkan komplikasi kesehatan dan bahkan kematian.

Jantung adalah organ yang bertanggung jawab untuk menyaring karbondioksida dari darah dan memasok darah beroksigen ke seluruh tubuh. Serangan jantung adalah kondisi jantung yang tiba-tiba berhenti memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh karena penyebab seperti penyakit jantung, pembekuan darah, tingkat stres yang tinggi, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi.

Ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh, akibatnya adalah ketidaksadaran, stroke, dan bahkan kematian. Jadi, serangan jantung adalah kondisi yang sangat berbahaya yang dapat merenggut nyawa dalam hitungan menit.

Ada perubahan gaya hidup positif tertentu seperti diet sehat, olahraga teratur, mengurangi stres, yang dapat mengurangi risiko serangan jantung.

Ilustrasi suplemen minyak ikan. StyleCraze

Makan Ikan
Mengonsumsi ikan dua kali seminggu juga dapat mengurangi risiko serangan jantung. Jika Anda suka mengonsumsi ikan, ada beberapa berita baik. Para ahli baru-baru ini menemukan bahwa mengonsumsi ikan dua kali seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung sampai batas yang signifikan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School di Amerika Serikat, menambahkan ikan ke dalam pola makan, setidaknya dua kali seminggu, dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko serangan jantung. Pasalnya, ikan kaya akan asam lemak omega-3 dan vitamin E.

Nutrisi ini memiliki kemampuan untuk mencegah pembekuan darah di arteri untuk memungkinkan aliran darah yang sehat ke jantung. Selain itu, asam lemak omega-3 dalam ikan juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi, sehingga menjaga jantung sehat.

Jadi, mengonsumsi ikan dua kali seminggu pasti dapat mengurangi risiko serangan jantung pada manusia. Tapi, hal ini harus didukung dengan gaya hidup sehat. Misalnya, dalam mengolah makanan sebaiknya menggunakan bahan rendah lemak. Jika Anda seorang vegetarian atau vegan yang tidak mengonsumsi ikan, maka kapsul minyak ikan dapat diambil sebagai alternatif, setelah berkonsultasi dengan dokter.






Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Pasca Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Dioperasi

20 jam lalu

Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Pasca Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Dioperasi

Sejumlah hal perlu disiapkan orang tua sebelum anak dengan riwayat penyakit jantung bawaan diperkenankan kembali melakukan aktivitas fisik.


Inilah Ciri-ciri Jantung Anda Bermasalah

1 hari lalu

Inilah Ciri-ciri Jantung Anda Bermasalah

Tidak semua masalah jantung datang dengan tanda peringatan yang jelas. Karena itu penting untuk mengetahui ciri-ciri pada tubuh yang berhubungan dengan masalah jantung.


Kapan Detak Jantung Janin Mulai Terdengar?

1 hari lalu

Kapan Detak Jantung Janin Mulai Terdengar?

Detak jantung janin dapat terdengar setelah usia kehamilan mencapai 5-6 minggu.


5 Perlengkapan yang Wajib Dibawa Pemancing Pemula

2 hari lalu

5 Perlengkapan yang Wajib Dibawa Pemancing Pemula

Hobi memancing ikan kini kian digandrungi khalayak umum. Bagi para pemancing pemula, ada sejumlah perlengkapan yang wajib dibawa supaya memancing lebih nyaman dan seru.


Menkes Kucurkan Rp 31 Trilun Agar Semua Daerah Bisa Lakukan Operasi Jantung

2 hari lalu

Menkes Kucurkan Rp 31 Trilun Agar Semua Daerah Bisa Lakukan Operasi Jantung

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin minta operasi jantung pasang ring atau pemasangan ring jantung bisa dilakukan di semua kabupaten kota


Merasakan Sakit Dada Bagian Kiri, Bisa Disebabkan karena 7 Penyakit Ini

2 hari lalu

Merasakan Sakit Dada Bagian Kiri, Bisa Disebabkan karena 7 Penyakit Ini

Pernahkah merasakan sakit dada bagian kiri? Jangan dianggap remeh, bisa jadi itu merupakan tanda dari penyakit berbahaya.


6 Faktor Risiko yang Mempengaruhi Hipertensi

2 hari lalu

6 Faktor Risiko yang Mempengaruhi Hipertensi

Gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi muncul rasa tertekan di kepala


Peringatan buat Penonton Piala Dunia 2022, Awas Serangan Jantung!

3 hari lalu

Peringatan buat Penonton Piala Dunia 2022, Awas Serangan Jantung!

Penelitian menyebut kasus serangan jantung naik setiap ada Piala Dunia. Bagaimana dengan Piala Dunia 2022?


Awas, Varises Dibiarkan Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

7 hari lalu

Awas, Varises Dibiarkan Bisa Sebabkan Serangan Jantung dan Stroke

varises yang tidak ditangani bisa menyebabkan peningkatan rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan pada pembuluh darah, bahkan serangan jantung.


Hari Ikan Nasional 2022, Bagaimana Asal-usul dan Arti Logonya?

8 hari lalu

Hari Ikan Nasional 2022, Bagaimana Asal-usul dan Arti Logonya?

Peringatan Hari Ikan Nasional setiap 21 Novemberi diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2014