Mengajak Anak Bermain di Playground, Perhatikan 5 Hal Berikut

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak bermain bersama. shutterstock.com

    Ilustrasi anak-anak bermain bersama. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak biasanya menyukai playground atau arena bermain, baik di dalam atau luar ruangan. Manfaat anak bermain di arena bermain antara lain mengasah kemampuan motorik, memperkuat ketahanan fisik, dan bersosialisasi, anak bisa bersenang-senang dengan cara mereka sendiri di area bermain.

    Meski didesain untuk anak-anak, arena bermain juga tempat yang rawan bahaya. Situs web KidsHealth mengungkapkan, setiap tahunnya ada lebih dari 200 ribu anak di AS yang dilarikan ke rumah sakit karena cedera yang berkaitan dengan kecelakaan di arena bermain.

    Apa pun bisa terjadi di arena bermain, karena anak-anak belum bisa membedakan hal-hal yang membahayakan dan tidak. Anak-anak juga belum bisa memperkirakan jarak dengan baik sehingga kemungkinan menabrak atau ditabrak tinggi. Entah anak terjatuh, tertabrak anak lain, terpeleset, atau ada insiden tidak diinginkan lainnya, sebagai orang tua Anda harus memastikan anak aman di area bermain. 

    Artikel lainnya:

    Stop Kekerasan terhadap Anak, Lakukan 4 Langkah Berikut
    Tips Buat Orang Tua Agar Tidak Kewalahan Ajak Anak Salat Tarawih

    Orang tua tidak boleh lalai mengawasi anak bermain. Anda tidak mau, kan terlibat pertengkaran dengan orang tua lain gara-gara anak mereka tidak sengaja tertabrak anak Anda? Lakukan pengamanan sebagai berikut agar anak aman di arena bermain umum.

    - Perkenalkan prosedur bermain yang aman
    Terkadang anak terlalu bersemangat hingga berhamburan ke arena bermain tanpa memperhatikan aturan main. Anda wajib mengingatkan dan menanamkan kepada anak prosedur yang benar sebelum menikmati bermain seluncur atau ayunan. Misalnya, biasakan anak melepas sepatu namun tetap mengenakan kaus kaki di arena dalam ruangan. Jangan melanggar area yang terlarang, misalnya melompati pagar atau menaiki kaca. Dengan bermain sesuai prosedur, berarti Anda meminimalkan risiko bahaya pada anak. 

    - Kenakan pakaian yang sesuai
    Sebaiknya anak tidak mengenakan baju, celana, atau alas kaki dengan banyak tali yang menjuntai, karena meningkatkan risiko tali terinjak, tersangkut, dan tertarik serta menyebabkan kecelakaan. Perhatikan pula apakah anak menggunakan celana yang nyaman sehingga mereka bisa leluasa bergerak tanpa tersangkut dan terpeleset. Untuk arena bermain luar ruangan, pastikan anak mengenakan alas kaki yang nyaman, tidak kebesaran atau kekecilan.

    - Bermain sesuai usia
    Ada arena bermain yang dibagi beberapa bagian untuk mengakomodasi anak-anak dengan kelompok usia berbeda. Ketahuilah dengan benar di area mana seharusnya anak Anda bermain. Jangan biarkan anak bermain di arena yang tidak sesuai usia. Ketika anak balita bermain di seluncuran yang tinggi dan curam yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dasar, tentu saja anak berisiko tinggi tergelincir atau tertabrak anak-anak yang badannya lebih besar.

    - Pastikan anak Anda tidak mengganggu anak lain
    Terkadang kecelakaan di arena bermain anak bukan berupa kecelakaan tunggal, melainkan akibat “serangan” anak lain. Entah ada anak yang sengaja menabrak, menyela, mendorong, atau bermain dengan brutal. Jangan sampai anak Anda menjadi pelaku kebrutalan dan lindungi anak dari serangan seperti itu. Tidak perlu mengintervensi permainan anak, awasi saja dari jauh namun selalu sigap saat bahaya mulai mendekat.

    Baca juga: Anya Geraldine Umbar Kemesraan, Ini Kata Psikolog

    - Pastikan arena bermain layak pakai
    Pengelola arena bermain anak sudah sepatutnya memperhatikan aspek keamanan anak. Namun terkadang perawatan yang kurang memadai membuat arena bermain mengalami kecacatan di sana-sini. Sebelum melepas anak bermain, Anda harus memastikan arena bermain layak pakai. Lihatlah apakah lantai terbuat dari bahan yang aman dan dapat meminimalkan benturan seperti bahan busa, lateks, karet, atau bahan lembut lainnya. Laporkan kepada petugas jika melihat hal-hal membahayakan seperti mainan yang patah, lantai yang licin, permukaan mainan tajam, atau mainan kotor. 

    - Jaga kebersihan arena bermain
    Tak kalah penting, turut menjaga kebersihan dan kelayakan arena bermain. Misalnya jangan membiarkan anak bermain sambil makan. Remahan makanan mengotori lantai, selain itu kondisi bermain sambil makan rentan membuat anak memuntahkan makanan. Dan herannya, banyak orang tua yang menyuapi anak di arena bermain!

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.