Makanan Kaya Serat yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oatmeal. jollymom.com

    Oatmeal. jollymom.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Serat adalah kandungan terpenting dalam bahan makanan, terutama untuk orang yang sedang diet. Mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan serat memiliki berbagai manfaat baik untuk tubuh. Tidak hanya membantu pencernaan, serat memiliki manfaat untuk menjaga kestabilan gula darah, menahan rasa lapar, dan membuat perut terasa kenyang lebih lama.

    Bahkan, mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat setiap hari akan menurunkan resiko terkena stroke dan hipertensi. Sebaliknya, kurang mengkonsumsi serat akan menyebabkan susah buang air besar, kenaikan gula darah, dan resiko terkena stroke. Selain baik untuk kesehatan, sifat serat yang menahan lapar membuatnya menjadi makanan yang tepat untuk dikonsumsi bagi Anda yang sedang dalam program diet.

    Artikel lain: Memahami Lebih Dalam soal Serat, Manfaat dan Keburukannya

    Ditambah lagi, serat dapat membantu merawat kesehatan kulit dan mencegah jerawat serta jamur pada kulit. Berikut beberapa bahan makanan yang wajib Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan serat.

    1. Oat
    Oat atau haver adalah bijian sereal utuh yang kaya akan serat dan nutrisi. Kandungan kalorinya yang rendah membuat oats sangat cocok bagi Anda yang sedang menjalankan program diet. Ketika mengkonsumsi oatmeal pada sarapan, maka perut akan merasa kenyang dalam waktu yang lama. Sebagai pengganti nasi dan roti pada saat sarapan, campurkanlah oatmeal dengan potongan buah dan dijamin perut akan tahan kenyang hingga siang.

    2. Lentil
    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kacang lentil dapat membantu mengurangi kadar kolesterol buruk dan menurunkan risiko penyakit jantung hingga lima persen. Kacang lentil kaya akan serat dan rendah kalori, sehingga cocok untuk dijadikan makanan diet. Secangkir lentil jika dimasak hanya mengandung sekitar 230 kalori saja, tetapi bisa mengenyangkan perut dalam waktu lama. Selain itu, lentil juga mengandung segudang nutrisi, seperti vitamin, protein, dan mineral yang baik untuk kesehatan jantung, kestabilan gula darah, dan kandungan kolesterol.

    Artikel lain: Khasiat Serat, dari Bikin Langsing sampai Menangkal Kanker

    3. Buah
    Kandungan serat yang tinggi dalam buah sudah bukan rahasia lagi. Buah seperti apel, beri-berian, pisang, dan pir merupakan sumber serat yang baik dan berguna untuk meningkatkan kesehatan pencernaan serta mampu mengurangi dan mencegah resiko penyakit stroke, hipertensi, juga penyakit jantung. Beberapa buah seperti apel dan pir lebih baik dikonsumsi dengan kulitnya yang juga merupakan sumber serat.

    4. Sayur
    Seperti buah, sayur juga merupakan sumber serat yang tinggi. Sayur-sayuran dari keluarga cruciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis kaya akan kandungan nutrisi dan serat yang baik untuk tubuh. Sayur-sayuran tersebut mengandung beta karoten, folat, serta vitamin C, E, dan K, yang dapat mencegah berbagai penyakit, terutama menekan migrasi sel kanker. Bahkan, sebuah penelitian mampu membuktikan bahwa sayur-sayuran cruciferous dapat mengurangi resiko kanker payudara.

    Baca juga: Awas, Kelebihan Asupan Serat Bisa Jadi Bumerang Buat Kesehatan

    5. Jamur
    Jamur adalah sumber nutrisi dan serat yang mudah ditemukan dan sangat sehat untuk tubuh. Cita rasa yang lezat juga membuatnya sebagai bahan makanan favorit. Sederet manfaat jamur bagi kesehatan tubuh di antara lain adalah melindungi tubuh dari beragam penyakit dan infeksi karena kandungan alami protein, vitamin, mineral, asam amino, antioksidan, dan antibiotiknya. Selain ampuh menurunkan berat badan karena kandungan protein tinggi dan karbohidratnya yang rendah, jamur juga merupakan obat yang dapat mencegah penyakit kanker payudara dan kanker prostat.

    BOLDSKY | HEALTHY EATING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.