Awas, Kelebihan Asupan Serat Bisa Jadi Bumerang buat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan sayuran. shutterstock.com

    Ilustrasi makan sayuran. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Serat sangat dibutuhkan tubuh asal dengan asupan sesuai kebutuhan. Meskipun serat merupakan bagian penting dari diet yang sehat, asupan terlalu banyak bisa berujung masalah kesehatan.

    Secara umum, mengkonsumsi terlalu banyak serat tak semerugikan jika terlalu sedikit. Gejala umum bila seseorang kelebihan serat, antara lain kembung dan kram perut.

    Tak hanya itu, ada juga yang justru mengalami sembelit atau diare, dehidrasi, kehilangan berat badan, mual, hingga penyumbatan usus, walau kasus ini jarang terjadi.

    Serat membuat gerakan usus lebih banyak dan memicu fermentasi dan pembentukan gas. Inilah sebabnya mengapa asupan serat berlebih sering mempengaruhi sistem pencernaan.

    Serat sangat penting untuk gerakan usus yang sehat. Namun, terlalu banyak mengkonsumsinya bisa menyebabkan sembelit.

    Konsumsi makanan kaya serat sangat penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Hal ini juga terkait dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko masalah jantung, diabetes, dan obesitas.

    Baca juga:
    Khasiat Serat, dari Bikin Langsing sampai Menangkal Kanker
    Cegah Penyakit Jantung Koroner dengan Makanan Kaya Serat
    Memahami Lebih Dalam soal Serat, Manfaat dan Keburukannya

    Namun, mengkonsumsinya lebih dari 70 gram sehari dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman, dan beberapa orang mungkin mengalami ini setelah melewati angka 40 gram.

    Makanan seperti lentil, sayuran, buah, dan sereal bisa menyediakan kebutuhan serat. Demikian seperti dilansir Medical News Today. Sebuah studi pada 2012 menguji efek mengubah asupan serat dari 63 orang yang mengalami sembelit, kembung, dan sakit perut.

    Dalam studi ini, individu yang mengurangi asupan serat lebih sering buang air besar, kembung, dan sakit perut berkurang. Namun, terlalu banyak serat juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi karena dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat penting.

    Serat berikatan dengan mineral, termasuk kalsium, magnesium, seng, dan zat besi. Jumlah asupan serat yang optimal bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan status kehamilan seseorang. Namun, Akademi Nutrisi dan Diet di Amerika merekomendasikan 25 gram per hari untuk wanita dewasa dan 38 gram serat per hari untuk pria dewasa.

    Untuk mereka yang telah berusia 50 tahun disarankan 21 gram khusus wanita dan 30 gram bagi pria. Kemudian, wanita hamil atau menyusui setidaknya 28 gram serat per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.