Khasiat Serat, dari Bikin Langsing sampai Menangkal Kanker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan sayuran. shutterstock.com

    Ilustrasi anak makan sayuran. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Serat pangan atau dietary fiber merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tersusun dari karbohidrat yang memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus kecil manusia serta mengalami fermentasi sebagian atau keseluruhan di usus besar. Sifat ini membuat serat pangan tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan.

    Serat pangan yang dikonsumsi dapat membantu memperlancar jalannya makanan, mulai dari mulut hingga ke saluran pembuangan pada tubuh manusia. Cukup mengkonsumsi serat pangan baik bagi kesehatan, di antaranya membantu mengontrol berat badan, karena serat pangan memberi efek rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengatur frekuensi makan agar lebih disiplin, dan menjaga kadar gula darah sehingga bisa mencegah diabetes.

    "Di dalam usus besar, serat pangan juga membantu menyerap sisa pencernaan yang bersifat karsinogen atau salah satu penyebab kanker sehingga dapat mengurangi risiko kanker usus besar dan gangguan gastrointestinal lain, serta menjaga kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler," terang spesialis penyakit dalam Dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD-KGEH, FINASIM, tentang pentingnya asupan serat pangan bagi tubuh.

    "Kebutuhan serat pangan yang dianjurkan adalah 30 gram per hari dan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan," tambahnya

    ADVERTISEMENT

    Serat pangan dapat ditemukan dalam sayur-sayuran dan buah-buahan, dan mengandung polisakarida, oligosakarida, lignin, serta substansi lainnya.

    Pada oligosakarida terdapat manfaat yang sangat banyak, di antaranya mampu meningkatkan keseimbangan cairan dalam saluran pencernaan dan memperbaiki konsistensi kotoran sehingga buang air besar menjadi lebih lancar, juga berfungsi sebagai prebiotik yang merupakan makanan bagi bakteri-bakteri baik di dalam tubuh manusia yang juga dikenal dengan istilah probiotik.

    "Sumber serat pangan yang mengandung oligosakarida juga termasuk memiliki indeks glikemik rendah sehingga baik untuk menjaga kadar gula dalam darah,” tambah Dr. Hardianto.

    Pentingnya asupan serat pangan bagi kesehatan tubuh diperkuat oleh Kementerian Kesehatan, sebagaimana dilansir di dalam Pedoman Gizi Seimbang tahun 2014, yang menganjurkan konsumsi serat pangan oleh laki-laki sebesar 27-38 gram dan perempuan sebesar 22-32 gram per hari sebagai bagian dari pola makan gizi seimbang.

    Namun dalam praktek sehari-hari, hanya sebagian kecil dari masyarakat Indonesia yang memenuhi kecukupan asupan serat pangan yang dianjurkan, yakni 30 gram per hari. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa hanya 6,5 persen masyarakat Indonesia yang cukup asupan serat pangannya dan sebanyak 93,5 persen dari masyarakat Indonesia tergolong kurang makan sayur dan buah.

    Rendahnya asupan serat pangan ini banyak dialami oleh masyarakat yang sangat sibuk yang mengalami perubahan pola konsumsi, dari tinggi karbohidrat, tinggi serat dan rendah lemak ke pola konsumsi rendah karbohidrat dan rendah serat, tinggi lemak dan tinggi protein.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Resep Kue Kering Oatmeal
    Pakai Aromaterapi, Hati-hati Ibu Hamil dan Penderita Asma
    Selain Gaji, Ini 5 Alasan Pekerja Lebih Produktif


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.