Anak Generasi Alfa Semakin Akrab dengan Gawai, Waspadai Risikonya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain gadget. Shutterstock

    Ilustrasi anak bermain gadget. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi baru setelah Y (milenial) dan Z, atau biasa disebut generasi alfa akan semakin akrab dengan teknologi. Generasi ini merupakan generasi yang lahir pada tahun 2010 ke atas. 

    Menurut pendiri lembaga Tiga Generasi Noella Birowo anak generasi alfa sejak kecil sudah diperkenalkan dengan gawai. Hal ini yang membuat mereka semakin terbiasa atau bahkan bergantung dengan teknologi.

    Sayangnya, generasi tersebut cenderung lebih mudah bosan. Ketika menggunakan gawai anak tidak ditemani oleh orang tua. Sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

    Baca juga: Saran Psikolog agar Anak Tidak Kecanduan Gadget 

    Ilustrasi anak dan gadget/gawai. Shutterstock.com

    "Dalam beberapa kasus, gawai dapat berperan sebagai 'baby sitter' karena para orangtua memberikan tanpa pendampingan," ujar Noella Birowo.

    Baca juga: 6 Cara Sederhana agar Anak Tak Kecanduan Gawai

    Menurut perempuan yang biasa disapa Ui ini, sebaiknya anak dikenalkan dengan gawai baik itu ponsel, tablet, ataupun televisi setelah usia 2 tahun. "Sehari maksimal 30 menit. Jika kurang dari itu juga tak ada masalah," katanya.

    Selain memilihkan materi yang boleh ditonton anak, orangtua juga perlu selalu mendampingi anak saat bermain gawai. Misalnya membuka aplikasi menggambar dan ikut mewarnai dengan jari, ikut berdansa saat nonton video atau menebak warna, bentuk hingga suara.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara