4 Formula Berolahraga untuk Bentuk Tubuh Ideal bak Atlet

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berolahraga. Shutterstock

    Ilustrasi wanita berolahraga. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Punya tubuh yang ideal dan atletis adalah keinginan banyak orang. Tapi untuk mendapatkannya tentu tidak mudah dan banyak hal yang harus diperhatikan.

    Dokter spesialis kesehatan dan olahraga dari Rumah Sakit Royal Progress Rika Haryono SpKO menuturkan banyak orang awam alias bukan atlet yang memiliki badan yang bagus karena mereka intensif berolahraga.

    “Kalau mau memiliki badan yang ideal, ya harus berolahraga,” tutur Rika Selasa, 30 Januari 2018.

    Biar gampang, sebut saja FITT, itu adalah formula untuk berolahraga. Artinya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berolahraga.

    Pertama, F adalah frekuensi olahraga. Umumnya, orang memiliki frekuensi olahraga paling tidak mencapai tiga sampai lima kali dalam seminggu. Kedua, I atau intensitas. Ada tiga intensitas olahraga yakni rendah, sedang, dan tinggi. Ketiga, T atau time, yakni waktu berolahraga pada umumnya, dapat dimulai paling tidak 15 menit.

    “Misalnya jarang berolahraga, biasanya untuk awal bisa dimulai dengan olahraga 15 menit, kemudian nanti bisa ditambah, tapi tidak lebih dari 1 jam,” jelasnya.

    Keempat, T atau tipe, yakni jenis olahraga yang dipilih. Rika menuturkan tipe olahraga dapat dipilih sesuai dengan kesukaan supaya menambah semangat. Misalnya, renang, lari, bulutangkis, sepak bola, bersepeda, atau bahkan angkat beban.

    Cara tersebut dapat mengawali program pembentukan badan seseorang. Pasalnya, olahraga dapat membakar lemak yang menumpuk di tubuh. Selain itu juga dapat menghilangkan sumber penyakit melalui keringat yang dikeluarkan saat olahraga.

    Artikel lain:
    Mandi Air Panas, Manfaatnya Sama dengan Olahraga
    Olahraga Bisa Mempercantik Tampilan Kulit? Ini Buktinya
    Jangan Salah Pakai Baju Olahraga, Pilih yang Nyaman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.