Senin, 28 Mei 2018

Alasan Anak di Bawah Umur Harus Ikut Ibu Pasca Perceraian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu memeluk anak yang menangis. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu memeluk anak yang menangis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan suami dan istri yang memperebutkan hak asuh anak setelah bercerai. Menentukan siapa yang berhak membawa anak-anak setelah perceraian juga sering tak menemui kesepakatan.

    Psikolog Dessy Ilsanti menjelaskan tindakan yang paling dianjurkan pada situasi seperti itu. Untuk seorang istri, permintaan bercerai dan hak asuh anak tentunya hal besar dalam kehidupannya, yang akan menimbulkan berbagai macam emosi.

    “Sebenarnya hak asuh itu harus diperhatikan demi kesejahteraan anak, bukan untuk ego suami atau istri,” tuturnya.

    Bila kedua orang tua menunjukkan kasih sayang yang sama, harus diperhatikan pihak mana yang dapat memenuhi kebutuhan anak secara garis besar, termasuk kebutuhan finansial dan mental.

    “Biasanya istri memiliki kedekatan emosional sebagai seorang ibu dan anak di bawah umur biasanya harus sama ibu,” jelas Dessy.

    Namun harus tetap dilihat dari sisi finansial juga. Setelah bercerai, istri harus bisa menafkahi diri sendiri. Bila memiliki hak asuh anak, istri juga harus bisa membiayai kebutuhan finansial anak-anaknya. Intinya, keputusan ini harus dilihat secara objektif.

    “Kalau suami minta hak asuh anak, harus mempertimbangkan apakah akan menguntungkan anak. Sebagai ibu tidak bisa egois dan harus memikirkan yang terbaik untuk anaknya,” ujar Dessy. Namun anak di bawah umur dianjurkan untuk tetap bersama ibunya.

    Jangan lewatkan:
    Waspadai Perilaku Negatif Anak yang Sudah Pacaran di Usia Belia
    Cegah Anak Pacaran sejak Kecil, Ini Saran Psikolog
    Anak Masih Sekolah Pacaran, Ini yang Perlu Dilakukan Orang Tua


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.