Jumat, 23 Februari 2018

Alasan Anak di Bawah Umur Harus Ikut Ibu Pasca Perceraian

Reporter:

Astari Pinasthika Sarosa

Editor:

Yayuk Widiyarti

Rabu, 10 Januari 2018 17:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alasan Anak di Bawah Umur Harus Ikut Ibu Pasca Perceraian

    Ilustrasi ibu memeluk anak yang menangis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan suami dan istri yang memperebutkan hak asuh anak setelah bercerai. Menentukan siapa yang berhak membawa anak-anak setelah perceraian juga sering tak menemui kesepakatan.

    Psikolog Dessy Ilsanti menjelaskan tindakan yang paling dianjurkan pada situasi seperti itu. Untuk seorang istri, permintaan bercerai dan hak asuh anak tentunya hal besar dalam kehidupannya, yang akan menimbulkan berbagai macam emosi.

    “Sebenarnya hak asuh itu harus diperhatikan demi kesejahteraan anak, bukan untuk ego suami atau istri,” tuturnya.

    Bila kedua orang tua menunjukkan kasih sayang yang sama, harus diperhatikan pihak mana yang dapat memenuhi kebutuhan anak secara garis besar, termasuk kebutuhan finansial dan mental.

    “Biasanya istri memiliki kedekatan emosional sebagai seorang ibu dan anak di bawah umur biasanya harus sama ibu,” jelas Dessy.

    Namun harus tetap dilihat dari sisi finansial juga. Setelah bercerai, istri harus bisa menafkahi diri sendiri. Bila memiliki hak asuh anak, istri juga harus bisa membiayai kebutuhan finansial anak-anaknya. Intinya, keputusan ini harus dilihat secara objektif.

    “Kalau suami minta hak asuh anak, harus mempertimbangkan apakah akan menguntungkan anak. Sebagai ibu tidak bisa egois dan harus memikirkan yang terbaik untuk anaknya,” ujar Dessy. Namun anak di bawah umur dianjurkan untuk tetap bersama ibunya.

    Jangan lewatkan:
    Waspadai Perilaku Negatif Anak yang Sudah Pacaran di Usia Belia
    Cegah Anak Pacaran sejak Kecil, Ini Saran Psikolog
    Anak Masih Sekolah Pacaran, Ini yang Perlu Dilakukan Orang Tua


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.