Ibu Hamil Kecanduan Narkoba, Dampaknya Langsung pada Janin

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menolak janin atau ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi menolak janin atau ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Mencuatnya kasus tertangkapnya Jennifer Dunn karena narkoba seharusnya membuat orang lebih memahami bahaya dari barang haram tersebut, apalagi pada wanita hamil.

    Hindarilah narkoba dan obat-obat terlarang saat sedang hamil bila ingin bayinya yang sehat. Narkoba seperti ganja, kokain, dan methamphetamine bisa berdampak permanen kepada bayi yang belum lahir. Tidak hanya itu, obat-obatan yang dapat dibeli bebas juga bisa berbahaya untuk ibu hamil.

    Dilansir dari laman WebMD, sebuah studi menunjukkan kalau penggunaan narkoba dan obat-obatan memiliki dampak secara langsung kepada janin. Kalau memakai narkoba seperti ganja atau sabu, janin juga mendapat dampak dari narkoba berbahaya ini.

    Bila ibu hamil kecanduan kokain, bahayanya bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga bayinya. Konsekuensi dari kokain adalah serangan jantung, gagal napas, stroke, dan kejang. Dan masalah kesehatan yang mengancam jiwa ini juga bisa diteruskan ke bayi yang belum lahir.

    Jangan lewatkan:
    4T Penyebab Angka Kematian Ibu Hamil Tinggi di Indonesia
    Persiapan yang Penting Dilakukan Calon Ibu Sebelum Hamil
    Ketahui Penyebab Pasangan Sulit Hamil

    Mengkonsumsi obat selama kehamilan juga meningkatkan kemungkinan cacat lahir, bayi prematur, bayi dengan berat badan kurang, dan kematian pada bayi sebelum lahir. Paparan obat-obatan seperti ganja dan alkohol sebelum kelahiran telah terbukti menyebabkan masalah perilaku pada anak usia dini.

    Obat ini juga bisa mempengaruhi ingatan dan perhatian anak. Ibu yang menggunakan kokain pada saat hamil bisa menyebabkan bayi mengalami perubahan struktur otak yang bertahan sampai awal masa remaja.

    Sementara itu, efek kokain biasanya langsung terlihat. Efeknya pada janin bisa berlangsung seumur hidup. Bayi yang lahir dari ibu yang mengisap kokain selama kehamilan biasanya memiliki masalah fisik dan mental.

    Paparan kokain di rahim dapat menyebabkan defisit yang halus namun signifikan pada anak-anak. Defisit ini biasanya muncul dalam berbagai hal, seperti kinerja kognitif, misalnya untuk proses informasi dan memberikan perhatian terhadap tugas. Ini adalah bidang yang penting untuk kesuksesan, tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.