Novita Angie Kenalkan Masalah Menstruasi Sejak Dini pada Putrinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novita Angie di Jakarta, Selasa (15/5). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Novita Angie di Jakarta, Selasa (15/5). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Novita Angie berusaha mengajari putrinya, Jemima tentang masalah kewanitaan sejak dini. Salah satunya tentang menstruasi yang dihadapi wanita setiap bulannya, meski Jemima belum memauki fase itu.

    Pembawa acara yang biasa disapa Angie ini mengungkapkan, putrinya kerap bertanya saat dirinya mengalami masa menstruasi. Untuk itu, Angie senang adanya acara Sangobion Femine Menstrupain, yang bertujuan mengedukasi remaja perempuan saat memasuki masa pubertas.

    Baca juga:
    8 Makanan Pereda Nyeri saat Menstruasi
    Gejala Sebelum Menstruasi, Kembung sampai Perubahan Perilaku
    Gejala Haid yang Menunjukkan Ada Masalah Kesehatan

    Artis Novita Angie bersama anaknya memperagakan koleksi terbaru Batik Alleira, dalam peragaan busana bertajuk Dynasty Daze di Jakarta, 6 Februari 2015. TEMPO/Nurdiansah
     

     

    "Pertama diobrolin itu saat dia melihat saya mens. Kan saya lumayan sakit kalau mens. 'Mami luka, kok enggak berdarah?' Nah dia sudah belajar tuh, kalau setiap bulan wanita akan mens," ujar Novita Angie, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 16 Desember 2017. 

    Tidak hanya soal menstruasi, Angie juga sudah mengenalkan edukasi seks kepada anaknya. Menurut dia, hal tersebut sudah tidak lagi tabu dibicarakan di zaman internet seperti sekarang ini.

    "Saya mulai mau enggak mau, sekarang anak-anak lebih cepat paham. Sekarang ada TV, internet, dari situ mereka cepat paham, cinta-cintaan, seksual," ujarnya. "Tapi kalau itu (pendidikan seks) saya enggak buka pertanyaan. Tapi kalau mereka tanya, oke kita jawab. 

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.