Anak Kurang Gizi, Waspadai Dampak Psikologisnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurang gizi/kurus. Livestrong.com

    Ilustrasi kurang gizi/kurus. Livestrong.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak usia sekolah membutuhkan gizi yang seimbang agar pertumbuhan fisiknya tetap baik. Selain pertumbuhan fisik, gizi yang seimbang juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak usia sekolah.

    “Dengan profil yang berubah, banyak PR, status pertemanan, dan aktivitas fisik yang bertambah, anak membutuhkan energi agar sukses belajar dan melakukan aktivitas fisik khas usianya,” ujar psikolog anak dan remaja, Roslina Verauli, dalam peluncuran Minute Maid Nutriforce di Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

    Jika nutrisi yang diperlukan anak tidak seimbang dapat mempengaruhi fungsi kognitif, akibatnya anak kurang fokus dan belajar membutuhkan waktu yang lama. Sementara ketika sudah bersekolah anak dituntut untuk mampu melakukan tugas-tugas akademis.

    “Sebuah penelitian mengatakan dari sejumlah anak usia sekolah dari keluarga kelas menengah sampai atas bahwa mengkonsumsi zat besi dan asam folat berkorelasi dengan performa tes yg lebih rendah,” ujar perempuan yang disapa Vera ini.

    Selain fungsi kognitif, anak yang kebutuhan gizinya tidak seimbang dapat menghambat pertumbuhan, IQ rendah, serta kordinasi motorik yang buruk. Efek negatif lainnya meningkatnya kadar kortisol atau hormon stres saat memasuki usia sekolah.

    Artikel terkait:
    Tantangan Orang Tua Jaman Now Ketika Anak Mulai Sekolah
    Anak Kurang Fokus Belajar, Waspada Kena Anemia
    Risiko Anak Over Dosis Minum Susu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.