Risiko Anak Over Dosis Minum Susu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu. TEMPO/Charisma Adristy

    Ilustrasi susu. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Selesai memberikan Air Susu Ibu kepada buah hati sejak lahir sampai usia 2 tahun, ibu melanjutkan pemberian susu sapi kepada putra - putrinya. Susu menjadi pilihan minuman sehat buat anak selain air mineral.

    Baca juga:
    Memilih Susu yang Pas untuk Si Kecil
    Kapan Anak Sudah Boleh Diberi Susu Sapi?
    Manfaat Anak Mengkonsumsi Segelas Susu Setiap Hari

    Jika ibu menyediakan banyak susu siap saji di rumah, maka anak biasanya akan menghabiskannya dalam waktu singkat. Tentu saja, tidak terkontrolnya jumlah susu yang dikonsumsi anak bisa berisiko terhadap kesehatan.

    Pakar nutrisi asal Amerika, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, menjelaskan apa yang terjadi jika anak over dosis minum susu. "Kalau minum terlalu banyak susu, berarti terlalu banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh dan anak jadi gemuk," kata Matthew di acara Greenfields di Malang, Jawa Timur. "Badan yang terlalu gemuk bisa memicu masalah kesehatan lainnya."

    Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak susu setiap hari bisa membuat anak merasa kenyang. Dengan begitu, anak lupa menyantap asupan lainnya yang juga dibutuhkan tubuh, seperti buah dan sayuran. "Maka diet menjadi tidak seimbang," ujar Matthew.

    Ilustrasi anak minum susu. Shutterstock.com

    Oleh karenanya, jumlah konsumsi susu sapi cair untuk anak kecil memang harus berbeda porsinya dengan orang dewasa. Jika orang dewasa membutuhkan tiga gelas susu atau sekitar 500 - 700 mililiter setiap hari, maka pada anak kecil jumlahnya kurang dari dari angka tersebut.

    "Saya bukan pediatri, tapi kalau tidak salah, sekitar 100 militer (sebanyak tiga kali sehari) cukup untuk anak kecil," bilang Matthew. "Atau disesuaikan dengan kebutuhan dan usia mereka."

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.