Anak Kurang Fokus Belajar, Waspada Kena Anemia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat anak sulit menerima pelajaran di sekolah, orang tua biasanya akan menyalahkan anak yang tidak konsentrasi ketika belajar. Bahkan tidak sedikit yang mendorong anak mengikuti beraneka ragam les tambahan di luar jam sekolah. Padahal salah satu penyebab anak kurang fokus saat belajar di sekolah bisa jadi karena kekurangan nutrisi.

    Baca juga:
    10 Tanda Anak Bergizi Baik
    Gizi Buruk pada Si Kecil, IQ Rendah Mengintai
    Usia 1 Tahun Belum Bisa Jalan, Mungkin Anak Kurang Gizi

    Kebutuhan anak akan zat gizi mikronutrien dan makronutrien harus saat usia sekolah harus diperhatikan. Menurut konsultan nutrisi Jansen Ongko, kebutuhan gizi anak seharusnya diperhatikan sejak berada dalam kandungan. "Beranjak sekolah dasar lebih harus diperhatikan lagi, organ tubuh terus bertumbuh, fase pertumbuhan ini memerlukan asupan gizi yang cukup. Bukan asal kenyang," ujarnya dalam diskusi Kebaikan 11 Nutrisi di Jakarta, Selasa 28 November 2017.

    Salat satu zat yang diperlukan anak di masa pertumbuhannya adalah zat besi. Jika anak kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Ciri-ciri anak yang mengalami anemia awalnya tidak terlihat, namun pada fase lanjut anak terlihat lemas, mudah lelah dan sakit.

    Konsultan gizi Jansen Ongko memaparkan pentingnya kebutuhan gizi yang seimbang pada anak usia sekolah, dalam peluncuran Minute Maid Nutriforce, di Jakarta, Selasa 28 November 2017. TEMPO/Nia Pratiwi

    Anemia pada anak berdampak pada penurunan sistem kekebalan tubuh, gangguan pertumbuhan organ tubuh, perilaku, gangguan konsentrasi dan daya ingat yang rendah. "Anemia terjadi pada anak lebih bahaya karena fase pertumbuhan tidak dapar diulang, tidak optimal, saat besar anak mudah sakit lelah, dan ekspektasi usia lebih pendek," ujar pendiri Lagizi ini.

    Jansen Ongko menyarankan langkah pencegahan anemia pada anak-anak dengan mengajak mereka beraktivitas fisik. “Dengan beraktivitas, tubuh meminta zat gizi, yang kurus atau struktur tubuhnya kecil juga harus berolahraga untuk meningkatkan daya serap gizi dan pertumbuhannya. Berolahraga membantu meningkatkan daya konsentrasi anak,” ujarnya.

    Selain aktivitas fisik, anemia pada anak dapat dicegah dengan membiasakan anak mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Pola makan yang beragam karbohidrat, protein, lemak, sayuran dan buah-buahan yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C. Idealnya anak usia sekolah membutuhkan zat besi sebanyak 10 miligram dan zinc 11 miligram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara