10 Tanda Anak Bergizi Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

    Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Apakah anak Anda kebutuhan gizinya sudah tercukupi? Jangan salah, anak yang terlihat sehat belum tentu cukup gizi.

    Sebaiknya orang tua memahami apakah anaknya telah memperoleh gizi yang cukup atau belum. Mengetahui permasalahan gizi anak sejak dini bisa membantu menaikkan kualitas hidupnya di masa depan.

    Menurut Yustina Ani Indriastuti, Wakil Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), anak yang bergizi bagus sebenarnya bisa terlihat dari sejumlah tanda tertentu. Dalam hal ini, PDGMI telah merangkumnya menjadi 10 poin yang bisa dijadikan panduan para orang tua untuk memantau kualitas kesehatan buah hatinya.

    1. Tinggi dan berat badan sesuai umur

    Tinggi dan berat badan memang sering dijadikan acuan untuk menilai gizi anak. Tenaga medis biasanya menggunakan acuan indeks massa tubuh (IMT). Adapun rumusnya adalah BB:100 yang hasilnya dikalikan pangkat dua. Hasil perhitungan tersebut digunakan untuk membagi tinggi badan.

    2. Postur tegap

    Postur tubuh yang tegap pada anak menunjukkan tulang dan otot yang tumbuh dengan baik. Agar bisa tegap, tubuh memerlukan gizi, seperti karbohidrat, mineral, vitamin, kalsium, dan protein. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, persoalan perkembangan anak di Indonesia memang masih mengalami masalah. Stunting atau balita bertubuh pendek, misalnya, prevalensinya mencapai 37,2 persen, sedangkan prevalensi gemuk pada anak balita berada di kisaran 11,9 persen.

    3. Tubuh kuat dan kencang

    Guna mendukung kebutuhan gizi anak, peran air susu ibu tidak boleh diabaikan. Sayangnya, Ani menuturkan, kesadaran ibu di Indonesia untuk memberikan ASI eksklusif masih rendah. Selain memberikan ASI selama 6 bulan pertama, orang tua harus mulai menambahkan makanan pendamping setelah periode tersebut.

    “Pemantauan saya banyak yang gagal atau mengabaikan MP-ASI tersebut,” ujarnya.

    4. Kulit sehat

    Ani menuturkan, pertumbuhan kulit membutuhkan zat besi. Kulit sehat ditandai dengan kulit yang tidak kusam dan kering, serta tidak bersisik atau lembap. Jika anak diberikan cukup zat besi, terutama vitamin A dan seng, kulitnya akan bagus, yang juga berdampak pada daya tahan tubuh.

    Ani juga merekomendasikan untuk menghindari sinar matahari sesudah pukul 9 pagi hingga pukul 3 sore. Pasalnya, sinar ultraviolet pada siang hari sangat kuat sehingga tidak baik untuk kesehatan kulit.

    5. Mata jernih

    Untuk kesehatan mata dibutuhkan vitamin A dan protein. Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti buta senja hingga kebutaan. Meskipun jarang terjadi, risiko kekurangan vitamin A harus diperhatikan.

    6. Rambut berkilau

    Kekurangan zat besi dan vitamin B akan menyebabkan rambut kusam dan tidak berkilau. Menurut Ani, menjaga kesehatan rambut menggunakan sampo atau zat eksternal lain tidak banyak membantu. Pasalnya, kebutuhan gizi untuk rambut lebih banyak menyerap dari dalam tubuh sehingga faktor makanan menjadi poin penting.

    7. Tanggap dan ceria

    Ciri yang satu ini berkaitan erat dengan faktor anemia atau kekurangan darah. Selain itu, kekurangan karbohidrat juga bisa menyebabkan anak tidak aktif dan ceria.

    8. Tidur nyenyak

    Kekurangan tidur pada anak akan menyebabkan banyak masalah kesehatan pada mata dan tubuh. Idealnya, anak harus tidur setidaknya 8 jam dalam sehari. Selain itu, anak harus diberikan waktu untuk tidur siang.

    9. Nafsu makan baik

    Nafsu makan tidak hanya dilihat dari porsi yang disantap, tapi juga jenisnya. Ani menuturkan, anak-anak harus makan dengan teratur dan sesuai dengan kebutuhan. Namun terlalu banyak makan juga tidak diperbolehkan karena bisa menyebabkan obesitas. Perkenalan dengan junk food bagi anak-anak juga harus dihindari.

    10. Buang air besar teratur

    Idealnya, buang air besar dilakukan satu hari sekali. Namun, jika siklusnya sampai 3 hari, masih bisa dikatakan normal jika fesesnya tidak encer. Agar bisa memenuhi jadwal keteraturan tersebut tubuh, memerlukan asupan serat yang cukup dari sayur dan buah.

    “Jika orang tua melihat ada salah satu dari 10 poin ini yang tidak sesuai, harus segera berkonsultasi dengan tenaga medis,” tutur Ani, memaparkan.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Urusan Mobil yang Bikin Istri Shock Lihat Tagihannya 
    Tip Memasak Menggunakan Slow Cooker 
    Blake Lively Buka Rahasia Tubuh Langsing di Film Terbaru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.