Anak Laki Kok Main Masak-masakan, Apa Kata Dokter?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak laki-laki memasak. allchildrenacademics.com

    Ilustrasi anak laki-laki memasak. allchildrenacademics.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang tua sering melarang anak laki-lakinya bermain masak-masakan yang identik dengan perempuan. Permainan gender play ini tidak harus dibatasi karena semakin besar anak akan semakin mengerti tentang gender.

    Menurut dokter spesialis tumbuh kembang anak Markus M. Danusantoso, permainan gender play biasanya dilakukan pada anak yang berusia di atas 2 tahun dan tidak harus dihalangi.

    “Tapi diarahkan, misalnya main masak-masakan anak laki-laki boleh bermain tapi diberi tugas lain,” ujarnya.

    Anak laki-laki tetap dapat bermain dengan peran lain, misalnya mengumpulkan dan menyiapkan bahan makanan. Sementara urusan memasak dapat dilakukan anak perempuan. Peran ini juga dapat berganti sesekali, anak laki-laki yang memasak.

    “Ini bermain dengan prinsip kerjasama, anak laki-laki melakukan tugas apa, dan anak perempuan melakukan tugasnya, walaupun bermain masak-masakan dalam proses bermain juga dibuat aturan bergiliran,” ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Bunda, Jakarta.

    Dengan dibuat aturan bergiliran saat bermain dapat membuat anak belajar mengatur emosi. Anak yang tadinya ingin melakukan semua hal dapat bergantian dengan teman.

    "Perempuan atau laki-laki tidak masalah, pelan-pelan dapat diatur bermain dengan cara bergiliran," ujar Markus.

    Artikel lain:
    Bunda, Indikator Anak Sehat Bukan Cuma Berat Badan
    Kenali Sebab dan Kapan Anak Mulai Pilih-Pilih Makanan
    Ajarkan Budi Pekerti pada Anak Lewat Film Musikal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.