Hindari Penyakit Asam Lambung, Ketahui Kapan Harus Makan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan buah-buahan. Shutterstock

    Ilustrasi makan buah-buahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit asam lambung umumnya ditandai dengan dada yang terasa panas dan mulut pahit. Menurut The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 1 dari 3 pasien yang menderita gangguan asam lambung mengalami masalah tidur hingga emosi yang tidak stabil.

    Baca juga:
    Dosis Minum Kopi yang Aman Buat Lambung
    Posisi Tidur yang Pas Supaya Asam Lambung Tak Naik

    Masalah asam lambung merupakan kondisi naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan atau disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Menurut dokter spesialis penyakit dalam, yang juga Wakil Ketua Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia, Ari Fahrial Syam, masalah asam lambung lazim terjadi, tapi kerap diabaikan.

    Ari menjelaskan, gaya hidup yang kurang tepat merupakan penyebab utama masalah asam lambung. Aktivitas sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko penyakit asam lambung antara lain makan terlalu banyak, makan terburu-buru atau terlalu cepat, tidur terlentang dengan kepala sejajar atau lebih rendah dari tubuh, minum alkohol, minum kafein berlebihan, stres, dan merokok.

    "Cara terbaik menghindari penyakit asam lambung adalah mengubah gaya hidup, terutama dengan makan makanan sehat dan istirahat yang baik. Hindari rokok dan alkohol. Selain itu, ingat, perokok pasif juga mendapat dampak yang sama dengan orang yang merokok," ucapnya.

    Ari menjelaskan, proses pengolahan makanan di lambung berlangsung selama 6-8 jam, tapi sebaiknya perut diisi setiap empat jam. Mengisi perut tidak harus selalu dengan makanan berat. "Cukup diisi dengan makanan sehat, seperti sayur dan buah," ujarnya. Hindari cokelat, keju, makanan berlemak, makanan yang asam dan pedas, terutama sebelum tidur. "Makan juga tidak boleh terburu-buru dan selambat-lambatnya satu jam sebelum tidur."

    Setiap hari, kata Ari, kita mesti membagi waktu dalam tiga sesi, yakni untuk bekerja, kegiatan ringan, dan tidur masing-masing delapan jam. "Tidur di malam hari tidak bisa digantikan dengan apa pun, termasuk oleh tidur siang," ujarnya. Waktu tidur ideal adalah delapan jam, tapi untuk orang dewasa minimal enam jam tidur pada malam hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara