Alasan Motif Batik Kuno Lebih Mahal dan Penuh Makna

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batik lawasan

    Batik lawasan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengapa motif batik tradisional memiliki keunikan yang tak ada duanya dan kerap berharga lebih mahal? Batik dengan motif tradisional bermakna lebih dalam dari fungsi fisiknya sebagai penutup tubuh. Setiap gambar atau motif tradisional memiliki cerita, bukan hanya gambar belaka.

    Baca: Tip Memilih Kain Batik agar Tidak Tertipu

    “Setiap kain itu menunjukkan pandangan hidup perajin dan kain tidak lepas dari elemen-elemen sosialnya,” ujar Ananda Moersid, ahli warisan budaya tak benda, di Alun Alun Indonesia, Jakarta, 8 November 2017. Ananda mengatakan kain batik tradisional tidak hanya dipakai untuk menutup tubuh, tapi juga menjadi bagian dari teater, pertunjukan, dan sebuah ritual atau upacara adat.

    Ananda menuturkan, bagi masyarakat tradisional, alam menjadi sumber rasa aman sekaligus kekuasaan yang bisa menghancurkan. Karena itu, motif batik kerap berhubungan dengan alam, seperti tanaman, bunga, dan binatang. Motif juga menceritakan situasi di sekitar masyarakat zaman dulu, seperti motif saat hujan atau hari cerah, bahkan yang menceritakan keramaian pasar.

    Baca juga: Tip Mencuci Kain Batik agar Awet dan Selalu Baru

    “Realitas itu tidak dibagi-bagi dalam bidang-bidang yang terpisah,” ucapnya. Dia menambahkan, semua motif batik tradisional memiliki hubungan dengan sekitarnya. Motif itu, kata dia, dibuat dari perasaan seseorang, seperti rasa syukur saat bayi lahir. Motif yang dibuat menandai daur hidup sejak dalam kandungan, lahir, hingga menginjak dewasa sebagai sebuah cerita dalam lingkaran kehidupan.

    Setiap helai kain dibuat dengan harapan agar yang menggunakannya memperoleh berkah. Kain juga disimbolkan melalui pola dan motif batik yang dibuat. Batik tradisional juga digunakan untuk fungsi sosial. Motif dapat menunjukkan kedudukan pemberi dan penerima dalam upacara adat. Selain itu, dapat menandakan status sosial penggunanya. “Untuk dianggap tradisional, motif kain biasanya melewati dua generasi atau sudah bertahan selama lebih dari 50 tahun,” tuturnya.

    Artikel lain: Lima Rahasia Merawat Batik agar Awet dan Tak Luntur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.