Kiat Jadi Teman Diskusi Anak yang Beranjak Remaja

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat beranjak remaja, anak sudah tidak nyaman lagi jika terlalu sering disentuh, dipeluk, apalagi dicium orang tua. Mereka malu dan merasa bukan anak-anak lagi. Bukan berarti intimasi dengan anak boleh dibiarkan pudar seiring bertambahnya usia buah hati.

    Keintiman tetap bisa dijalin. Caranya dengan mengganti sentuhan fisik dengan bentuk keintiman yang lain. Sebagai orang tua, Anda harus bisa mencari cara untuk membangun kelekatan dengan anak.

    Salah satunya, dengan menempatkan diri sebagai teman bicara yang menyenangkan. Dengan begitu kedekatan tetap ada meski intensitas sentuhan fisik berkurang. Orang tua juga disarankan menjadi sahabat untuk teman-teman anaknya.

    “Kenali mereka, buat anak nyaman membawa teman-temannya bermain di rumah sehingga kita pun mudah mengawasinya,” kata psikolog Vera Itabiliana.

    “Silakan berkenalan dan jalinlah komunikasi yang baik dengan orang tua dari teman anak sehingga bisa saling menjaga. Jangan terlalu memaksakan diri untuk berbaur karena akan terlihat janggal dan membuat anak serta teman-temannya tidak nyaman,” Vera menambahkan.

    Pada saat tertentu, sentuhan masih dapat diterima oleh anak remaja. Misalnya, tepukan di pundak saat Anda bangga terhadap prestasi yang dicapainya. Yang perlu diingat, sentuhan kepada anak tidak hanya bisa dilakukan saat sedang senang atau gemas kepada anak. 

    Berikan sentuhan untuk menunjukkan empati. Misalnya saat anak sedih karena masalah yang dihadapinya, berikan pelukan agar mereka tidak merasa sendiri. Di luar sentuhan fisik, orang tua juga perlu melakukan kegiatan lain untuk mempererat hubungan batin dengan anak. 

    “Misalnya, buatlah ritual makan bersama anak. Jika tidak bisa setiap hari, usahakan setiap akhir pekan. Kegiatan sederhana lain seperti mengantarkan anak tidur pada malam hari, mengucapkan selamat malam lalu memberi kecupan bisa dilakukan meski anak sudah remaja. Dibutuhkan komitmen untuk melakukannya,” papar Vera. 

     TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Rasa Bosan Anak Ternyata Mengasah Kreativitasnya
    Banyak Acara Tak Sesuai, Orang Tua Mesti Dampingi Anak Nonton TV
    Menjejali Anak dengan Beragam Kegiatan, Adakah Manfaatnya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.