7 Problem Kesehatan yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi sakit perut. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini kita tidak sedang ingin memiliki anak atau pemikiran tentang memiliki anak masih sangat jauh sekali. tapi ada pula yang ingin hamil sesegera mungkin.

    Namun penting untuk Anda mengetahui tanda-tanda ketidaksuburan. "Jika ada yang tidak beres, konsultasikan dengan dokter apakah Anda ingin hamil atau tidak," saran Meike Uhler, MD, spesialis kesuburan di Fertility Center of Illinois, Amerika Serikat. Terkait masalah kesuburan, berikut adalah masalah kesehatan yang perlu segera menghubungi dokter.

    1. Haid yang menyakitkan
    Saat haid Anda merasa menderita dan tersiksa dengan rasa sakit yang parah. Sebenarnya, ini mungkin adalah tanda endometriosis, kata Dr. Uhler dan kita tidak berbicara sedikit kram di sana sini, "Tapi cukup sakit sehingga mempengaruhi gaya hidup. Anda tidak bisa pergi bekerja atau melakukan hal-hal yang biasa Anda lakukan," katanya.

    Kondisi ini terjadi saat lapisan rahim (jaringan endometrium) tumbuh di luar dan mempengaruhi hingga separuh wanita tidak subur, begitu menurut American Society for Reproductive Medicine. Pil KB adalah satu perawatan. Periksakan ke dokter jika haid mengacaukan kemampuan Anda untuk hidup dengan nyaman dan normal.

    2. Tangan dan kaki selalu dingin
    Jika tangan dan kaki terus-menerus dingin, jawabannya bukanlah memakai sarung tangan dan kaus kaki. Segera periksa kadar hormon tiroid. Kaki dan tangan dingin merupakan salah satu tanda hipotiroidisme, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif, kata Dr. Uhler dan bisa menyebabkan ovulasi tidak teratur serta mempengaruhi siklus haid. Tes darah akan memberi tahu jika kadar tiroid normal atau tidak. Tanda lainnya, sembelit, lupa, kulit kering, dan sangat lelah.

    3. Haid tidak teratur
    Anda mungkin merasa beruntung bisa melewati satu atau lima periode haid, itu bisa menjadi pertanda dari apa yang disebut oleh dokter sebagai disfungsi ovulasi. Ovarium harus mengeluarkan sel telur agar bisa dibuahi dan jika sama sekali tidak berovulasi, Anda tidak akan menstruasi, jelas Dr. Uhler. Jika siklus haid lebih dari 35 hari, Anda harus diperiksa. Begitu juga jika Anda sama sekali tidak haid. Periksakanjuga jika Anda terlalu sering menstruasi , yaitu setiap 21 hari atau kurang, karena ini mungkin merupakan tanda lain masalah ovulasi.

    Baca juga:
    7 Tren Kecantikan yang Membahayakan Kesehatan
    Riset: Belajar Bahasa Asing Bermanfaat bagi Kesehatan
    Menopause Dini Membayangi Wanita Berbadan Ceking

    4. Puting bocor
    Jika Anda tidak hamil atau menyusui, tidak ada yang harus keluar dari puting susu. Jika ada cairan keluar mungkin pertanda kondisi yang disebut hiperprolaktinemia, yang berarti tubuh memproduksi terlalu banyak prolaktin hormon menyusui.

    Penyebabnya bisa masalah tiroid sampai obat ke tumor jinak pada kelenjar pituitari. Tingkat prolaktin tinggi akan mempengaruhi keseimbangan hormon dan mungkin memberitahu indung telur untuk terus hiatus. Jangan malu menyebut gejala aneh pada ginekolog. Tes darah sederhana dapat mengatasi masalah ini dan obat-obatan dapat mengatasi sebagian besar kasus.

    5. Obesitas
    Menurut American Society for Reproductive Medicine, Indeks MassaTubuh (BMI) 30 sampai 40 adalah tanda obesitas dan dapat membahayakan kesuburan. Mereka mencatat bahwa obesitas adalah penyebab enam persen ketidaksuburan. Hormon reproduksi dapat disimpan dalam lemak tubuh dan bertubrukan dengan area otak yang memberi tahu ovarium kapan waktunya haid. Jadi, jika Anda ingin hamil, bicaralah dengan dokter jika khawatir berat badan bisa menurunkan peluang untuk hamil.

    6. Rambut muncul di wajah atau menghilang di tempat lain
    Rambut tumbuh subur di tempat yang tidak Anda duga, seperti wajah, atau hilang di tempat yang biasa, seperti kepal. Itu gejala khas PCOS, atau sindrom ovarium polikistik (juga ditandai dengan jerawat). Kondisi ini berarti hormon reproduksi kacau, yang dapat mengganggu kemampuan indung telur untuk menghasilkan atau melepaskan sel telur. PCOS adalah salah satu penyebab infertilitas paling umum, namun dapat diobati pada wanita.

    7. Memiliki riwayat gonore
    Penyakit menular seksual yang umum ditandai dengan beberapa gejala, seperti panas saat buang air kecil, keputihan, dan pendarahan. Sayangnya, menurut CDC, kebanyakan wanita tidak mengalami gejala ini. Sindrom pramenstruasi dapat menyebabkan nyeri panggul, infertilitas, dan jaringan parut yang menghalangi saluran tuba sehingga mencegah sel telur dan sperma bertemu. Jika dokter kandungan tidak meminta skrining untuk gonore saat memeriksa, dan Anda khawatir berisiko, coba lakukan tes.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.