Atasi Masalah Mata pada Bayi Prematur dengan Bedah atau Laser

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Belum matangnya fungsi-fungsi organ bayi, menjadi salah satu sebab bayi prematur gampang bermasalah. Apalagi?

    Belum matangnya fungsi-fungsi organ bayi, menjadi salah satu sebab bayi prematur gampang bermasalah. Apalagi?

    TEMPO.CO, Jakarta - Retinopati prematuritas (ROP) adalah masalah retina yang bisa terjadi pada mata bayi prematur. Retina adalah jaringan tipis dan peka cahaya yang melapisi bagian dalam mata.

    Sel di retina mengubah cahaya masuk menjadi impuls listrik. Impuls listrik ini dibawa oleh saraf optik ke otak, yang akhirnya menafsirkannya sebagai gambar visual.

    Pada bayi prematur, retina belum berkembang sepenuhnya sehingga pembuluh retina dapat berhenti tumbuh atau mungkin tumbuh tidak normal. ROP terjadi saat pembuluh darah ini berkembang dengan cara yang tidak normal. Baca: Waspadai Gangguan Mata pada Bayi Prematur, Bisa Sebabkan Kebutaan

    Beberapa bayi prematur yang mengalami ROP dapat hilang secara spontan karena pertumbuhan bayi dan perkembangan retina. Sementara lainnya dapat mengalami ROP dalam stadium lanjut yang mungkin mengakibatkan kebutaan. Baca juga: Terlambat Terdeteksi, Gangguan Mata Bisa Bikin Bayi Prematur Buta

    Dokter spesialis mata Rita Sita Sitorus menganjurkan agar bayi prematur melakukan pemeriksaan mata secepat mungkin. “Efek buruk ROP dapat dicegah dengan pemeriksaan pada waktu yang tepat, dengan terapi pengobatan sedini mungkin” ujarnya dalam seminar kesehatan Deteksi dan Pencegahan Gangguan Penglihatan pada Bayi Prematur di Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017.

    Pemeriksaan mata pada bayi prematur menggunakan kamera digital khusus retina. Setelah itu, dapat diketahui seberapa besar tingkat ROP yang dialami dan langkah pengobatannya, apakah dengan tindakan laser, suntikan anti VGEV, atau bedah retina. Artikel terkait: Anak Suka Main Gadget, Kapan Waktunya Periksa Mata

    “Dokter mata akan menentukan pengobatan yang dilakukan, apakah observasi saja, laser, suntikan anti VGEV pada bola mata, atau operasi jika sudah stadium lanjut,” ujar Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Mata Universitas Indonesia ini.

    Pemeriksaan mata pada bayi prematur tidak cukup dilakukan sekali. Sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada usia pra sekolah. Bayi premature tanpa ROP atau bayi premature yang ROP-nya sudah sembuh fungsi penglihatannya dapat kembali normal, namun juga berisiko mengalami gangguan mata lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.