Anak Suka Main Gadget, Kapan Waktunya Periksa Mata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan penglihatan mata normal pada anak berlangsung pada 6 bulan pertama kehidupannya dan berlanjut sampai 10-12 tahun pertama. Anak sangat peka terhadap kondisi yang mengganggu perkembangan visual. Akibatnya dapat terjadi masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, strabismus, dan kelainan kongenital seperti katarak.

    Baca juga:
    Kurangi Minus Mata dengan 4 Kiat Berikut
    Mata Anak Berair dan Sayu, Tanda Awal Gangguan Penglihatan
    Alasan Mata Harus Diistirahatkan Setelah 2 Jam Menatap Komputer

    Dokter spesialis mata Gitalisa Andayani mengatakan, pemeriksaan mata pada anak dapat dilakukan sebelum masuk sekolah terutama jika terlihat kebiasaan anak melihat benda dari dekat. "Orang tua harus waspada jika anak melihat segala sesuatu dari dekat," ujarnya di Jakarta. Gangguan mata tidak selalu ketahui oleh orang tua di rumah, tapi juga saat di sekolah.

    Gitalisa menambahkan untuk mengurangi pemakaian gadget ajak anak beraktivitas di luar ruangan lebih banyak. Perhatikan juga jarak antara gadget dan mata. Sebaiknya tidak terlalu dekat apalagi jika layarnya berukuran kecil.

    Ilustrasi anak bermain gadget. Shutterstock

    Pencahayaan yang baik saat anak belajar, membaca, dan memakai gadget juga perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata. "Pencahayaan yang berkualitas sangat vital bagi anak-anak saat mereka membaca dan belajar," ujarnya dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo Kencana, Jakarta Pusat, ini.

    Guna mencegah gangguan mata pada anak, perhatikan juga asupan gizinya. Makanan yang mengandung vitamin A, protein serta omega 3 sangat baik untuk kesehatan mata anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.