Alasan Mata Harus Diistirahatkan Setelah 2 Jam Menatap Komputer

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kerja lembur. Shutterstock

    Ilustrasi kerja lembur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sama seperti organ tubuh lain, mata juga wajib diperiksa secara rutin secara klinis. Kita dianjurkan untuk memeriksakan mata minimal sekali dalam setahun.

    Pemeriksaan mata dilakukan mulai dari memeriksa kelainan refraksi mata (minus, plus, dan silinder), tajam penglihatan, kekeruhan lensa, hingga kondisi saraf mata. Selain itu, harus diperiksa pula tekanan bola mata untuk mencegah terjadinya glaukoma yang rentan menyebabkan kebutaan. Tekanan bola mata yang normal adalah 7-21 milimeter HG. Pemeriksaan lain adalah lapang pandang dan pemeriksaan rasio cup disc.

    "Pemeriksaan lapang pandang yang normal adalah ke atas 70 derajat dan ke bawah 80 derajat. Jika terjadi kelainan, lapang pandang akan menyempit. Sedangkan rasio cup disc yang normal adalah 0,3," ucap dokter spesialis mata Rita Polana.

    Pasalnya, gejala glukoma kerap kali tidak disadari penderitanya. Glaukoma juga merupakan gangguan mata ketiga terbanyak di Indonesia di bawah katarak dan kelainan refraksi. Untuk mencegah kelainan refraksi, terutama mata minus, bisa dilakukan dengan membatasi penggunaan gawai.

    "Disarankan untuk istirahat selama 15 menit setelah menggunakan komputer selama 2 jam. Istirahat berarti mata juga tidak digunakan untuk membaca. Khusus anak-anak, istirahatkan mata selama 30 menit setelah 1 jam penggunaan komputer," tutur Rita.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Glaukoma, Belum Jelas Pemicunya tapi Gampang Mencegahnya 
    Waspadai Glaukoma, Si Pencuri Pengelihatan yang Sering Terabaikan
    Bahaya Mata Minus Tinggi pada Ibu yang Melahirkan, Retina Lepas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.