Memahami Restless Leg Syndrome di Masa Kehamilan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita hamil seringkali mengalami restless leg syndrome atau sindrom kaki gelisah. Sindrom ini menimbulkan dorongan tak terkendali untuk menggerakkan kaki dan ini terjadi terutama pada malam hari saat tidur sehingga kualitas tidur berkurang.

    Umumnya, di masa kehamilan ibu membutuhkan tidur yang cukup. Jika wanita hamil menderita gangguan ini, otomatis waktu tidurnya terganggu. Pada ibu hamil, sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan kantuk di siang hari karena kualitas tidur terganggu di malam hari.

    Saat bangun di pagi hari, tubuh tidak bisa rileks jika kaki bergerak. Sebuah penelitian yang dilansir dari laman Boldsky mengklaim bahwa hampir 35 persen wanita hamil mengalami masalah ini pada trimester ketiga. Kebanyakan dari mereka mengalami masalah ini berkali-kali dalam seminggu.

    Selama kehamilan, wanita banyak mengalami berbagai perubahan. Semua perubahan dalam tubuh membuat kondisi ibu hamil tidak nyaman. Sindrom kaki gelisah ini bisa terjadi karena adanya perubahan hormonal, faktor hemodinamik, metabolisme folat dan zat besi, serta psikomotor. 

    Artikel lain:
    Jaga Kesehatan Janin sejak Awal Kehamilan, Ini Kata Dokter
    Keguguran, Apa Saja Tindakan untuk Membersihkan Rahim
    Berapa Kenaikan Berat Badan yang Wajar Selama Hamil?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.