Berapa Kenaikan Berat Badan yang Wajar Selama Hamil?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hamil olahraga. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita hamil olahraga. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyak perempuan yang bingung berapa kenaikan berat badan yang sehat selama hamil. Musababnya, tak sedikit orang yang memberi kelonggaran makan saat hamil dengan alasan dia makan untuk dua orang, sehingga boleh melahap makanan dalam jumlah banyak. Sedangkan sebagian lagi menghindari makan banyak karena khawatir setelah melahirkan berat badannya tak bisa kembali seperti semula. Baca: Bersinar Saat Hamil, Ini Faktanya

    Hasil statistik menunjukkan setengah dari para wanita dengan berat badan normal dan dua per tiga wanita yang kelebihan berat badan bobotnya naik drastis ketika hamil. Yang perlu diingat, berat naik terlalu banyak atau justru kurang sama berbahayanya buat ibu dan janin.

    Menjalani diet selama kehamilan memang tidak dianjurkan, tapi menjaga pola makan yang sehat sangat disarankan. Seperti dilansir askdrmanny.com, ibu yang kelebihan berat badan biasanya melahirkan bayi dengan bobot yang juga berlebih, dan kemudian berisiko lebih tinggi terserang kanker dibanding anak-anak dengan berat badan normal. Baca juga: Penyebab Ibu Hamil Kerap Mimpi Aneh dan Apa Artinya

    Sementara di pihak ibu, kelebihan berat badan menambah risiko terserang hipertensi, diabetes, serta rasa sakit dan nyeri yang lebih besar, dan kemungkinan melahirkan lewat bedah cesar. Sebaliknya, bayi dari ibu yang berat badannya kurang sehat berisiko lahir prematur, berat badan kurang, dan diabetes di kemudian hari.

    Secara total, kenaikan berat badan yang sehat selama sembilan bulan kehamilan adalah 11-15 kilogram. Bila sebelum hamil kita termasuk orang yang sangat kurus, kenaikan berat badan sehat selama kehamilan adalah 12-17 kilogram. Jika kita kelebihan berat badan, kenaikan yang dianjurkan adalah 6-11 kilogram.

    Kunci penting untuk memberi makan janin secara efektif ketika berat badan naik adalah berfokus pada konsumsi kalori yang cukup agar janin berkembang dengan baik. Tapi kalori tersebut harus didapat dari sumber yang baik, bukan dari makanan olahan atau cepat saji.

    Jangan lupa pula berolahraga. Wanita yang rutin berolahraga memiliki timbunan lemak lebih sedikit sehingga lebih mudah kembali ke berat badan normal setelah melahirkan. Menyusui juga akan mempercepat penurunan berat badan.

    Yang sebaiknya kita ingat ketika hamil trimester pertama adalah cukupi asupan 100 kalori sehari. Andai sudah memasuki trimester kedua, tingkatkan asupan kalori menjadi 300 sehari. Artikel terkait: Cara Tetap Tampil Cantik Saat Hamil

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.