Anak Rentan Kena DBD, Ini Penanganan Sebelum ke Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demam berdarah.

    Demam berdarah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Namun yang tertinggi adalah demam berdarah dengue atau DBD dan malaria. Tingginya kasus DBD dan malaria disebabkan nyamuk membutuhkan protein yang terkandung dalam darah untuk hidupnya dan telurnya. Namun nyamuk lebih suka aroma dan darah dari manusia.

    Baca juga:
    Memahami Usia yang Tepat untuk Vaksin DBD
    3 Jenis Nyamuk yang Paling Bandel dan Mewabah

    Khusus untuk penyakit demam berdarah, data Kementerian Kesehatan menunjukkan, rata-rata kematian yang disebabkan oleh demam berdarah sebanyak 3 sampai 4 orang perhari. Sebagian besar menyerang anak usia 7 - 12 tahun.

    Waspada demam berdarah.

    “DBD paling banyak menyerang anak sekolah karena jam kerja nyamuk Aedes Aigypti ada di siang hari," kata anggota Persatuan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi atau PETRI, Dr. dr. Leonard Nainggolan di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017

    Perubahan iklim yang terjadi membuat cuaca kian panas. Kondisi ini menyebabkan banyak masalah mulai dari pemanasan global, naiknya air laut, sampai tingginya kasus infeksi yang dipicu oleh nyamuk. Khususnya yang tinggal di negara tropis dan sub-tropis yang memiliki suhu lebih tinggi, nyamuk akan semakin mudah dan cepat berkembang biak, sehingga membutuhkan lebih banyak darah.

    Gejala yang paling mudah diketahui jika seseorang terkena demam berdarah adalah mengalami demam yang tinggi secara mendadak kemudian muncul bintik merah. Menurut Leonard, kondisi ini biasa disebut fase pelana kuda. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah minum air yang banyak dan buat larutan campuran gula dengan elektrolit. Setelah itu kompres tubuh agar panas segera turun. Beri juga obat penurun panas.

    Supaya Demam Berdarah Tak Tambah Parah

    Jika panas tak kunjung turun, segera periksa ke dokter. Waspada jika panas tidak turun dalam dua hari dan muncul gejala lain, seperti kejang-kejang, kesadaran menurun, tidak nafsu makan, dan nyeri di belakang mata. Artikel terkait: Nyamuk Kian Kebal Obat, Tangkal Serangannya dengan Cara Berikut

    NAWIR ARSYAD AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.