Alasan yang Kian Menguatkan untuk Pilih Sayuran Organik  

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Selasa, 11 Juli 2017 09:15 WIB

Sayur-sayuran. Chinanews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tren pola hidup sehat dan makin tingginya biaya berobat bila sakit, membuat orang-orang menyadari konsumsi buah dan sayuran tidak boleh diabaikan. Meskipun demikian, kita tetap saja khawatir ketika mengonsumsi sayuran karena kandungan pestisida dan zat kimia yang tertinggal berpotensi mengganggu kesehatan jika terakumulasi dalam tubuh.

Menurut Environmental Protection Agency, buah dan sayuran yang ditanam secara konvensional, sangat mungkin terkontaminasi oleh sisa kimia yang berasal dari pestisida dan pupuk kimia. Terdapat 60 persen herbisida, 90 persen fungisida dan 30 persen insektisida bersifat karsinogenik.

Oleh karena itu, sayuran organik mulai jadi pilihan untuk memulai hidup sehat. Selain karena bebas zat-zat kimia berbahaya sehingga lebih aman dikonsumsi, sejumlah penelitan menyebutkan bahwa nutrisi dalam sayuran organik lebih unggul dibandingkan dengan sayuran konvensional.

Beberapa ahli menunjukkan bahwa kandungan nutrisi sayuran organik seperti vitamin, kalium, kalsium, zat besi, dan magnesium ternyata lebih tinggi 10 persen daripada produk sayuran konvensional.

Sebuah studi Journal of Agricultural and Food Chemistry juga menyebutkan bahwa buah dan sayuran organik memiliki 20 hingga 40 persen lebih banyak antioksidan seperti flavonoid, asam fenolik, karotenoid. Hal ini bisa terjadi karena tumbuhan yang tak diberi perlakuan dengan zat-zat kimia buatan lebih banyak menghasilkan antioksidan ketika ia diserang oleh hama.

Dari segi rasa, sayuran organik memiliki rasa yang lebih manis dan lebih enak dibandingkan sayuran konvensional. Sayangnya, karena tidak menggunkan bahan-bahan kimia dalam sistem pertaniannya, sayuran organik cenderung lebih cepat busuk dan tekadang penampilannya tidak sebagus sayuran konvensional yang lebih banyak beredar.

Harga sayuran organik pun cenderung lebih mahal dan lebih sulit kita dapatkan. Hal ini karena tidak banyak petani memilih sistem pertanian organik. Juga karena waktu panen dan pengolahan lahan yang membutuhkan waktu relative lebih lama karena tidak menggunakan bantuan hormon untuk mempercepat pertumbuhan tanaman atau pupuk sintetis.

Agar manfaat adan nutrisi dalam sayuran organik dapat kita dapatkan dengan maksimal, harus diimbangi juga dengan cara pengolahan sayur yang benar. Contohnya, dengan cara dimasak dalam waktu yang tidak terlalu lama, melakukan pencucian sayur dengan bersih, dan lebih baik segara dikonsumsi saat sayuran masih segar.

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
Hidung, Diam-diam Bisa Bikin Kita Gemuk
5 Camilan Sehat yang Enak Dimakan Sambil Kerja
Yoga Turunkan Penggunaan Obat Penghilang Rasa Sakit

Berita terkait

Konimex dan Indordesa Luncurkan Produk Baru Makanan Nutrisi FontLife One, Bidik Pasar Dewasa Muda

6 hari lalu

Konimex dan Indordesa Luncurkan Produk Baru Makanan Nutrisi FontLife One, Bidik Pasar Dewasa Muda

PT Indordesa-- anak perusahaan PT Konimex, meluncurkan produk makanan nutrisi dan perawatan kesehatan, FontLife One, di Kota Solo, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

7 hari lalu

Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

Kehadiran itu membahayakan tujuan perjanjian, yaitu mengatur keseluruhan daur hidup plastik untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Baca Selengkapnya

Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

7 hari lalu

Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi acap menyampaikan keresahannya soal warga negara Indonesia yang berbondong-bondong berobat ke negara lain, alih-alih dalam negeri.

Baca Selengkapnya

5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

8 hari lalu

5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

Ternyata lima masalah ini menjadi penyebab penderita diabetes sulit tidur.

Baca Selengkapnya

Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

8 hari lalu

Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

Proyek penelitian di 13 negara ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahan kimia berbahaya dalam plastik daur ulang

Baca Selengkapnya

Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

8 hari lalu

Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

Presiden Jokowi mengungkapkan PR besar Indonesia di bidang kesehatan. Apa saja?

Baca Selengkapnya

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

12 hari lalu

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

Pakta Konsumen Nasional meminta pemerintah untuk memenuhi hak konsumen tembakau di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

15 hari lalu

Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

Kesehatan mental lebih dari sekadar gangguan atau kecacatan mental yang diderita seseorang. Psikolog beri penjelasan.

Baca Selengkapnya

7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

16 hari lalu

7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika kucing kehilangan lebih banyak cairan dari yang mereka konsumsi.

Baca Selengkapnya

Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

23 hari lalu

Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

Hati ayam dalam sambal goreng kentang ati, makan khas ketika lebaran, ternyata memiliki manfaat kesehatan. Apa saja?

Baca Selengkapnya