Guru Besar Arsitektur: Ada 5 Jenis Arsitek, Anda Masuk yang Mana?

Reporter

Kamis, 1 September 2016 16:30 WIB

Ilustrasi arsitek. Myljhooker.com

TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda berprofesi sebagai arsitek, atau tengah menuntut ilmu untuk menjadi seorang arsitek? Ternyata profesi arsitek itu banyak ragamnya.

Guru Besar Arsitektur Unviersitas Indonesia Gunawan Tjahjono mengatakan ada lima jenis arsitek di Indonesia. Pertama, arsitek berbakat tapi lugu. Kedua, arsitek kurang berbakat dan lugu. Ketiga, arsitek pelayan. Keempat, arsitek kontekstual. Kelima, arsitek katalis.

Nah, termasuk kategori arsitek apakah Anda?

1. Arsitek yang berbakat dan lugu
Menurut Gunawan, yang termasuk dalam jenis arsitek ini adalah mereka yang mahir merancang dan mampu mengembangkan kaidah arsitektural. Namun, arsitek ini tidak peka atau kurang peduli terhadap lingkungan atau konteks tempat karya mereka yang akan dibangun. Mereka mengabaikan -sengaja atau tidak, faktor-faktor yang berdampak negatif bagi keberlanjutan lingkungan.

Gunawan menengarai arsitek ini cukup banyak di Indonesia terutama yang berkarya pada rentang 1900-an, 2000-an, dan meraih ketenaran pada 2010-an. Dicontohkannya, ada satu karya pemenang Anugerah Ikatan Arsitek Indonesia 1999 yang cukup menyengsarakan penggunanya. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, pengguna bangunan mengeluh karena tiap hujan air merembes dan siang hari masih terasa panas walau ada penyejuk ruangan. "Sejauh negara ini belum ada Undang-undang Arsitek maka tak ada hukuman bagi mereka yang mengabaikan tugasnya," ujar Gunawan, Rabu, 31 Agustus 2016.

2. Arsitek kurang berbakat dan lugu
Golongan ini adalah mereka yang mampu menerapkan cara merancang dengan prinsip-prinsip arsitektural, tapi kurang mampu mengartikulasikan dan membuat terobosan baru. Alhasil arsitek jenis ini kurang peka terhadap citra keruangan yang memperkaya nuansa lingkungan.

Gunawan menyebut, mereka pandai menempatkan diri dan tahu memainkan permainan politik untuk memperoleh pesanan proyek. Kelompok ini menjalin hubungan baik dengan bagian perizinan kantor-kantor pemerintahan daerah serta menjaring orang yang ingin membangun, tapi khawatir dipersulit dalam pengurusan perizinan. "Sebagai Ketua Tim Penasehat Arsitektur Kota yang kini saya jalankan. Tiap minggu ada saja proyek ditangani kelompok ini," ujarnya.

3. Arsitek pelayan
Gunawan menjelaskan arsitek ini tidak memiliki inisiatif atau gagasan besar karena cenderung mengikuti kemauan pemberi tugas. Perannya tak lebih dari juru gambar yang siap membuatkan desain sesuai selera pemesan. Mereka sanggup membuat bentuk dengan gaya apa saja sejauh ada acuan yang diberikan pemesan.

Arsitek pelayan ini beralasan kekhasan dan kebanggaan diri itu tak perlu, sebab yang penting proyek berlimpah dan menjadi perpanjangan pemikiran si pemberi tugas. Di Indonesia kelompok ini bergerak di arena pemberi tugas swasta, proyek banyak dan imbal jasanya dapat ditawar.

4. Arsitek kontekstual
Gunawan menganggap kelompok ini mirip arsitek pada tradisi Vitruvius yang senantiasa dengan kesungguhannya memahami keadaan lingkungan tempat bangunan gedung bakal diletakkan. Marcius Vitruvius Pollio adalah arsitek Romawi yang banyak menulis tentang dasar-dasar arsitektur.

Kelompok arsitek ini merancang bangunan dengan pertimbangan sejarah, budaya, dan lingkungan alami setempat. Mereka taat asas dengan tugas dan peran arsitek sesuai yang diamanahkan etika keprofesian yang bertanggungjawab melayani. Karena itu dalam menjalankan tugasnya merekasesuai hati nurani dan senantiasa berpihak pada para pegiat politik. "Hasil bangunan arsitek ini terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Namun Gunawan melihat kelompok arsitek ini belum banyak di Indonesia karena pada umumnya mereka merupakan arsitek-arsitek berjiwa dewasa dan berpegang teguh pada etika keprofesiannya. Bahkan mereka tak segan menolak proyek jika tak sesuai nurani, keyakinan, dan reputasi.

5. Arsitek perancang sekaligus pegiat atau katalis
Kelompok ini berjiwa pelopor dan agen perubahan lingkungan ke arah lebih baik. Gunawan mengungkapkan arsitek jenis ini sering disebut oleh rekan seprofesinya sebagai arsitek radikal yang meminggirkan atau menurunkan citra mereka sebagai perancang.

Bakat kelompok ini adalah pengendalian perancangan beragam. Menurut Gunawan, dari mereka ada yang kurang berminat menekuni perancangan bangunan, tapi ada juga yang secara habis-habisan merancang dan turun ke lapangan membina tukang atau masyarakat. Empatinya terhadap ketimpangan dan mendidik masyarakat soal penyelesaian sampah, memanen serta mendaur ulang air hingga mendayagunakan bahan alami. "Di Indonesia kita kenal Romo Mangunwijaya yang mengadvokasi Kali Code. Dia adalah contoh menonjol yang mewakili kelompok ini," ujarnya.

BISNIS

Berita lainnya:
Resep Kue Cucur Legit
Memahami Claustrophobia dan Cara Efektif Mengatasinya
3 Etiket Menggunakan Surat Elektronik untuk Pekerjaan

Berita terkait

Pentingnya Peran Perempuan Dalam Keluarga dan Dunia Profesional

1 hari lalu

Pentingnya Peran Perempuan Dalam Keluarga dan Dunia Profesional

Refleksi terhadap dinamika peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan dalam memperingati Hari Kartini.

Baca Selengkapnya

Gen Z Dikenal Selalu Ingin Memaknai Hidup

5 hari lalu

Gen Z Dikenal Selalu Ingin Memaknai Hidup

Karakter Gen Z berevolusi menjadi pribadi yang lebih sadar untuk memaknai kehidupan tidak mementingkan kebahagiaan sendiri.

Baca Selengkapnya

4 Tips Tingkatkan Performa Setelah Libur Lebaran

8 hari lalu

4 Tips Tingkatkan Performa Setelah Libur Lebaran

Simak tips meningkatkan semangat bekerja setelah libur lebaran agar kamu lebih fresh.

Baca Selengkapnya

5 Tips Cari Kerja di Perusahaan Keren Lewat LinkedIn

12 hari lalu

5 Tips Cari Kerja di Perusahaan Keren Lewat LinkedIn

Kebanyakan perusahaan memerlukan kombinasi hardskill dan softskill yang baik untuk berkarier di dunia kerja. Ini tips cari kerja lewat LinkedIn.

Baca Selengkapnya

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

12 hari lalu

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.

Baca Selengkapnya

Mengenal Kutu Loncat dalam Dunia Kerja dan Dampaknya pada Karier

16 Januari 2024

Mengenal Kutu Loncat dalam Dunia Kerja dan Dampaknya pada Karier

Kutu loncat adalah istilah yang diberikan pada seseorang yang suka berpindah pekerjaan dalam waktu singkat. Ini dampaknya untuk karier.

Baca Selengkapnya

Mengenal Quarter Life Crisis, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

8 Januari 2024

Mengenal Quarter Life Crisis, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Memasuki usia dewasa, seseorang seringkali mengalami quarter life crisis yang membuatnya jadi tak percaya diri. Apa itu quarter life crisis?

Baca Selengkapnya

Jauh dari Kontroversi, Lee Dong Wook Punya Mantra Khusus untuk Menjaga Kariernya

31 Desember 2023

Jauh dari Kontroversi, Lee Dong Wook Punya Mantra Khusus untuk Menjaga Kariernya

Baru-baru ini wawancara lama Lee Dong Wook viral. Dia mengungkapkan caranya mempertahankan karier 25 tahun di inudstri hiburan

Baca Selengkapnya

Dekat dengan Dunia Digital, Sebaiknya Gen Z Miliki Keahlian Ini

8 Desember 2023

Dekat dengan Dunia Digital, Sebaiknya Gen Z Miliki Keahlian Ini

Pentingnya gen Z memiliki pola pikir yang peka serta kepedulian tinggi dalam kesehariannya.

Baca Selengkapnya

Career Hallway 2.0 Membuka Pintu Rahasia Bagi Masa Depan Karier

11 November 2023

Career Hallway 2.0 Membuka Pintu Rahasia Bagi Masa Depan Karier

Acara difokuskan pada berbagai tips dan trik merencanakan karier

Baca Selengkapnya