Efek Samping Alat Kontrasepsi IUD Menurut Dokter

Reporter

Tempo.co

Editor

Mila Novita

Selasa, 21 September 2021 17:45 WIB

Ilustrasi KB spiral atau IUD. shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Intrauterine device atau IUD menjadi pilihan banyak perempuan yang ingin pakai alat kontrasepsi selain hormon. Alat yang dikenal dengan sebutan KB spiral ini bekerja dengan mencegah sel telur dibuahi oleh sperma agar tidak terjadi kehamilan.

Usia pakai IUD beragam, tergantung pada jenisnya. Tapi rata-rata alat ini bisa digunakan antara 5 hingga 10 tahun.

Menurut Hemavathi Srinivasan, konsultan kedokteran feto-maternal dan obstetri dan ginekologi, Motherhood Hospital, India, alat kontrasepsi dalam rahim ini efektif hingga hampir 99 persen. Beda dengan pil yang masih ada risiko lupa minum. “Setelah alat kontrasepsi dipasang, tidak perlu mempedulikannya atau mengingatnya sampai alat itu berhenti bekerja,” kata dia, dikutip dari Indian Express, Selasa, 21 September 2021.

Namun, ada banyak keraguan tentang alat ini. Salah satunya, ada yang mengatakan bahwa jika memakai alat ini maka tidak bisa olahraga. Hemavathi mengatakan tak ada alasan medis untuk menghindari olahraga setelah pasang IUD.

“Efek samping awal IUD dapat berupa kram dan nyeri punggung setelah pemasangan. Gejala ini berlangsung selama beberapa jam, jadi mungkin perlu menunggu hingga hari berikutnya untuk berolahraga. Beberapa wanita mengalami pendarahan, kram, dan nyeri selama beberapa minggu dan mungkin ingin menunggu lebih lama,” kata dia.

Dia juga menyadari banyak mitos lain yang beredar tentang alat ini, termasuk IUD bisa berpindah ke bagian tubuh lain, dapat meningkatkan risiko kanker, dapat menyebabkan kemandulan, dan meningkatkan cacat lahir dan keguguran.

"Ini sama sekali tidak benar," kata dia.
Namun, dia tak menampik bahwa alat ini juga memiliki efek samping bagi beberapa orang, antara lain darah keluar lebih banyak saat menstruasi, menstruasi berlangsung lebih lama, ketidaknyamanan saat pemasangan alat, sakit punggung yang ringan sampai parah beberapa hari setelah pemasangan, juga kram yang intens.

Advertising
Advertising

Sebagian IUD mengandung hormon progesteron di dalamnya yang memiliki efek samping lain, yakni pendarahan tidak teratur setelah 3 hingga 6 bulan pertama dan bercak di antara periode menstruasi.

“Salah satu kelemahan utama penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim adalah tidak melindungi dari penyakit menular seksual. Kemungkinan terkena penyakit radang panggul jarang terjadi dan sedikit lebih banyak ketika IUD pertama kali dipasang (sekitar 20 hari setelah pemasangan),” dokter menjelaskan.

Tapi, IUD juga memiliki sejumlah keuntungan, antara lain bisa bertahan lebih lama daripada pil KB, tidak ada risiko perforasi atau luka, dan taka da risiko infeksi jika dilakukan hati-hati.

Baca juga: Efek KB Implan Paling Umum, Gangguan Menstruasi hingga Sakit Kepala

Berita terkait

Gejala Stroke pada Perempuan dan Faktor Pemicu Serangan

40 hari lalu

Gejala Stroke pada Perempuan dan Faktor Pemicu Serangan

Secara umum, gejala stroke bisa berupa wajah yang turun, satu lengan lemah, dan bicara cadel. Bagaimana dengan perempuan?

Baca Selengkapnya

Amy Schumer Terbuka Tentang Perjuangannya Mengalami Sindrom Cushing

27 Februari 2024

Amy Schumer Terbuka Tentang Perjuangannya Mengalami Sindrom Cushing

Amy Schumer, komedian terkenal dan bintang film, berani membagikan perjuangannya dengan sindrom Cushing

Baca Selengkapnya

Penyebab Area T di Wajah Lebih Berminyak

18 Februari 2024

Penyebab Area T di Wajah Lebih Berminyak

Area-T di wajah sering sangat berminyak dibanding area wajah lainnya. Ini sebab dan efeknya.

Baca Selengkapnya

Jenis dan Efek Samping Terapi Hormon dalam Pengobatan Kanker

16 Februari 2024

Jenis dan Efek Samping Terapi Hormon dalam Pengobatan Kanker

Meskipun memberikan manfaat signifikan, terapi hormon juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang perlu diperhatikan.

Baca Selengkapnya

Mengenal Terapi Hormon dalam Pengobatan Kanker

16 Februari 2024

Mengenal Terapi Hormon dalam Pengobatan Kanker

Terapi Hormon merupakan suatu pendekatan dalam pengobatan kanker yang bertujuan memblokir atau mengubah cara hormon berinteraksi dengan sel kanker.

Baca Selengkapnya

Mengenal Jerawat Bayi dan 8 Tips untuk Mengatasinya

10 Februari 2024

Mengenal Jerawat Bayi dan 8 Tips untuk Mengatasinya

Jerawat bayi bisa terjadi karena berbagai faktor.

Baca Selengkapnya

Bukan Hanya Pil, Kenali 7 Jenis Alat Kontrasepsi KB

7 Februari 2024

Bukan Hanya Pil, Kenali 7 Jenis Alat Kontrasepsi KB

Alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan beragam jenisnya, berikut adalah 7 di antaranya.

Baca Selengkapnya

Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Andropause, Menopause pada Pria

3 Februari 2024

Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Andropause, Menopause pada Pria

Andropause adalah menopause pada pria yang melibatkan perubahan kadar hormon yang disebabkan oleh usia.

Baca Selengkapnya

8 Alasan Kenapa Orang Makan Banyak Tapi Sulit Gemuk

20 Januari 2024

8 Alasan Kenapa Orang Makan Banyak Tapi Sulit Gemuk

Anda mungkin iri dengan seseorang yang makan banyak tapi berat badan tidak naik. Berikut alasan kenapa orang makan banyak tapi sulit gemuk.

Baca Selengkapnya

Tanda Berkeringat Malam Sudah Menandakan Kondisi Serius, Jangan Abaikan

16 Januari 2024

Tanda Berkeringat Malam Sudah Menandakan Kondisi Serius, Jangan Abaikan

Berkeringat saat tidur malam hari memang tak menyenangkan dan bikin baju basah. Berikut pemicu keringat di malam hari.

Baca Selengkapnya