Pandemi Corona, Amankah Joging atau Lari Pakai Masker?

Reporter

Tempo.co

Editor

Mila Novita

Minggu, 24 Mei 2020 09:00 WIB

Ilustrasi berlari menggunakan masker. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria di Cina dikabarkan menderita sesak napas dan harus menjalani operasi karena kondisinya memburuk setelah berlari dengan masker sejauh 2,5 mil di Wuhan, kota asal virus corona. Pria itu menderita paru-paru kolaps, yang dikenal dengan istilah medis pneumothorax, karena udara bocor di luar paru-paru.

Meskipun tidak jelas apakah memakai masker saat berlari dan joging menyebabkan insiden ini, para ahli medis dan kebugaran berpendapat bahwa latihan intensitas tinggi seperti lari dan joging harus dilakukan dengan sangat hati-hati saat mengenakan masker.

Alasannya, umumnya aktivitas kardiovaskular meningkatkan pernapasan sehingga orang terengah-engah, bahkan bernapas dari mulut. Masker yang menutupi mulut dinilai membuat aliran udara melalui hidung menyempit dan sulit bernapas dari mulut. Bagi sebagian orang ini mungkin menyebabkan masalah.

Konsultan senior dan kepala departemen, pulmonologi, Fortis Escort Hospital Faridabad, India, Ravi Shekhar Jha, menjelaskan bahwa masker seperti N95 menambah resistensi saluran pernapasan yang meningkatkan kerja organ tersebut.

“Masker tanpa katup mengubah gas darah, dan itu mengarah ke fenomena khusus yang disebut PEEP (Positive End-Expiratory Pressure). PEEP ini dapat menyebabkan pneumotoraks (paru-paru kolaps), terutama ketika terlalu banyak tekanan pada paru-paru, seperti ketika kita berlari, atau melakukan latihan yang berat,” kata dia seperti dikutip Indian Express, Ahad, 23 Mei 2020.

Jadi, apakah memakai masker saat berlari atau joging tidak aman? Jha menyarankan orang yang ingin berlari menggunakan masker dengan katup yang memiliki lubangekspirasi sehingga ketika seseorang bernapas berat, seperti saat berlari, resistensi jalan nafas hanya meningkat sedikit.

Sementara itu, Animesh Arya, konsultan senior penyakit pernapasan Sri Balaji Action Medical Institute tidak menyarankan masker untuk para pelari intensitas tinggi.

“Jogging atau berlari cepat butuh oksigen untuk memenuhi kebutuhan ekstra energi tubuh, dan mengenakan masker saat berlari tidak disarankan karena seseorang mungkin merasa kesulitan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan dan mungkin bisa pingsan,” kata dia.

Oleh karena itu, dia menyarankan jika memang diperlukan joging atau lari, lebih baik joging di treadmill atau di rumah dekat jendela, di taman, balkon atau halaman tanpa masker. “Tempat-tempat ramai untuk joging harus dihindari,” kata dia.

Advertising
Advertising

Berita terkait

5 Teknik Pernapasan untuk Mempermudah Tidur pada Malam Hari

3 hari lalu

5 Teknik Pernapasan untuk Mempermudah Tidur pada Malam Hari

Berikut beberapa teknik pernapasan yang dapat Anda praktikkan untuk memeprmudah tidur pada malam hari

Baca Selengkapnya

Mengapa Jarak Lari Maraton Sejauh 42 Kilometer?

4 hari lalu

Mengapa Jarak Lari Maraton Sejauh 42 Kilometer?

Jarak lari maraton sejauh 42 kilometer tidak lepas dari sejarah Yunani Kuno, perhelatan Olimpiade pertama, hingga campur tangan Kerajaan Inggris.

Baca Selengkapnya

Teknik Pernapasan 4-7-8 untuk Meredakan Stres dan Kecemasan, Begini Caranya

25 hari lalu

Teknik Pernapasan 4-7-8 untuk Meredakan Stres dan Kecemasan, Begini Caranya

Berikut cara melakukan teknik pernapasan 4-7-8 untuk membantu meredakan stres dan mengurangi kecemasan. Bagaimana tahapannya?

Baca Selengkapnya

Fun Run Ramadan Meriahkan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Amerika Serikat dan Indonesia

35 hari lalu

Fun Run Ramadan Meriahkan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Amerika Serikat dan Indonesia

@america menggelar acara fun run yang diselenggarakan menjelang buka puasa dalam rangka 75 tahun hubungan diplomatik Amerika dan Indonesia

Baca Selengkapnya

7 Manfaat Lari, Tidak Hanya Olahraga Kardio

45 hari lalu

7 Manfaat Lari, Tidak Hanya Olahraga Kardio

Ada 7 manfaat lain dari olahraga lari yang secara tidak langsung dirasakan pelari menurut para ahli.

Baca Selengkapnya

Arief Wismoyono Ingin Pertajam Rekor di Ajang Lari Ultra-Trail du Mont Blanc 2024

47 hari lalu

Arief Wismoyono Ingin Pertajam Rekor di Ajang Lari Ultra-Trail du Mont Blanc 2024

Arief Wismoyono ingin mempertajam catatan waktu sebagai pelari trail Tanah Air yang berhasil finis tercepat di lari Ultra-Trail du Mont Blanc 2024.

Baca Selengkapnya

Mengenal Tetrodotoxin, Racun Berbahaya pada Ikan Buntal

53 hari lalu

Mengenal Tetrodotoxin, Racun Berbahaya pada Ikan Buntal

Tidak hanya pada ikan buntal, tetrodotoxin juga ada pada katak, guritam, dan amfibi.

Baca Selengkapnya

Lokasi Baru, Event Coast To Coast Night Trail Ultra 2024 Yogyakarta Diikuti Pelari dari 24 Negara

20 Februari 2024

Lokasi Baru, Event Coast To Coast Night Trail Ultra 2024 Yogyakarta Diikuti Pelari dari 24 Negara

Peserta Coast To Coast Night Trail Ultra akan menempuh rute pesisir Pantai Selatan pada malam hari dengan jarak ultra atau lebih dari 42 kilometer.

Baca Selengkapnya

Pacar Tamara Tyasmara Berdalih Benamkan Kepala Dante 12 Kali untuk Latihan Pernapasan

12 Februari 2024

Pacar Tamara Tyasmara Berdalih Benamkan Kepala Dante 12 Kali untuk Latihan Pernapasan

Wira menjelaskan alasan pacar Tamara Tyasmara membenamkan kepala Dante ke dalam air adalah untuk berlatih pernapasan

Baca Selengkapnya

5 Jenis Cedera yang Rentan Dialami Saat Berlari

14 Januari 2024

5 Jenis Cedera yang Rentan Dialami Saat Berlari

Teknik dan cara sebelum atau saat berlari juga penting, karena rentan mengalami cedera

Baca Selengkapnya