Kuliner Nusantara Bhineka Bahari Dabu-dabu ala Chef APCA

Minggu, 25 Agustus 2019 10:30 WIB

Chef Andy Ramadhan menunjukkan kreasi Bhineka Bahari Dabu-dabu di acara Media Cooking Class dengan APCA Sabtu, 24 Agustus 2019, di Tangerang, Banten. TEMPO/Ayu Cipta

TEMPO.CO, Tangerang - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT RI ke-74, Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia mengenalkan kuliner tradisional Nusantara dengan balutan cita rasa dan sentuhan seni modern.

Kuliner khas Nusantara ini merupakan kreasi para chef profesional. Mereka juga merupakan instruktur di APCA Indonesia, salah satu sekolah pastry dan kuliner internasional bertempat di The Flavour Bliss jalan Alam Sutera Boulevard, Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

"Kami mengangkat kekayaan alam Indonesia berupa hasil laut. Olahan ikan dimasak dengan teknik memasak tingkat tinggi," kata Chef Andy Ramadhan ditemui Tempo di sela acara Media Cooking Class dengan APCA Sabtu, 24 Agustus 2019.

Tempo yang menjadi bagian dari acara belajar memasak itu turut merasakan lezatnya hasil olahan ikan kakap, udang dan gurita itu.

Kakap merah kukus, udang yang dicemplungkan ke butter mendidih dan gurita yang digoreng krispi disajikan dalam kemasan modern dengan sambal dabu-dabu pedas dan balutan saus kemangi ekstrak berwarna hijau avokado.

Advertising
Advertising

"Udang tidak digoreng, kami memilih dengan menyelupkan dalam butter mendidih, sebab butter produk alami yang tidak mengandung trans-fatty (asam lemak trans).

Kekayaan bahari Indonesia dikemas Chef Andy Ramadhan yang merupakan chef lulusan Taylor' University ini memberikan sensasi baru tersendiri untuk olahan hasil laut yang diberi nama Bhineka Bahari Dabu-dabu.

Bahan-bahan pembuatan Bhineka Bahari Dabu-dabu terdiri dari ikan kakap merah, udang dan gurita diolah dan disajikan dengan sambal khas Manado dabu-dabu.

Penggunaan gurita sebagai pengganti cumi-cumi kata Andy selain unik, juga memiliki kandungan protein yang tinggi.

"Kami memilih sambal dabu-dabu karena rasanya pedas dan segar, ini pilihan tepat untuk hidangan olahan hasil laut," kata Andy.

Dabu-dabu dimodifikasi lebih modern dengan teknik memasak yang dikembangkan, karena setiap bahan dasarnya diolah masing-masing terlebih dahulu.

Seperti tomat di-comfit (slow cooking dengan minyak) dan kemangi diekstrak dengan minyak kemudian minyaknya dijadikan mayones.

Sedangkan cabe rawit dan paprika merah diasap terlebih dahulu sebelum diolah menjadi sauce.

Berita terkait

Ikan Arsik dan Mie Gomak Khas Danau Toba Jadi Incaran Wisatawan

1 hari lalu

Ikan Arsik dan Mie Gomak Khas Danau Toba Jadi Incaran Wisatawan

Ada dua masakan khas masyarakat sekitar Danau Toba yang menjadi incaran pelancong dari berbagai penjuru

Baca Selengkapnya

5 Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Pelihara Ikan di Akuarium Air Asin

3 hari lalu

5 Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Pelihara Ikan di Akuarium Air Asin

Akuarium air asin memerlukan salinitas, derajat keasaman, hingga perawatan tertentu agar zat kimia seperti amonia, nitrit, dan nitrat tidak masuk ke dalam airnya.

Baca Selengkapnya

Jenis Ikan yang Perlu Rutin Disantap, Sahabat Kesehatan dan Jantung

4 hari lalu

Jenis Ikan yang Perlu Rutin Disantap, Sahabat Kesehatan dan Jantung

Tak semua ikan punya kandungan nutrisi super yang sama sehingga disarankan untuk memilih yang tepat. Berikut saran ahli diet.

Baca Selengkapnya

Solo Indonesia Culinary Festival 2024 Bakal Digelar di Stadion Manahan Solo, Catat Tanggalnya!

4 hari lalu

Solo Indonesia Culinary Festival 2024 Bakal Digelar di Stadion Manahan Solo, Catat Tanggalnya!

Bagi penggemar kuliner masakan khas Indonesia jangan sampai melewatkan acara Solo Indonesia Culinary Festival atau SICF 2024

Baca Selengkapnya

KKP Tangkap Kapal Alih Muatan Ikan Ilegal, Greenpeace Desak Pemerintah Hukum Pelaku dan Ratifikasi Konvensi ILO 188

6 hari lalu

KKP Tangkap Kapal Alih Muatan Ikan Ilegal, Greenpeace Desak Pemerintah Hukum Pelaku dan Ratifikasi Konvensi ILO 188

Greenpeace meminta KKP segera menghukum pelaku sekaligus mendesak pemerintah untuk meratifikasi Konvensi ILO 188 tentang Penangkapan Ikan.

Baca Selengkapnya

Giliran KKP Tangkap Kapal Asing Malaysia yang Menangkap Ikan di Selat Malaka

6 hari lalu

Giliran KKP Tangkap Kapal Asing Malaysia yang Menangkap Ikan di Selat Malaka

KKP meringkus satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia saat kedapatan menangkap ikan di Selat Malaka.

Baca Selengkapnya

Tidak Ingin Bau Badan? Hindari 5 Makanan Berikut

9 hari lalu

Tidak Ingin Bau Badan? Hindari 5 Makanan Berikut

Ada beberapa makanan yang memicu timbulnya bau badan. Berikut adalah jenis makanan yang menyebabkan bau badan.

Baca Selengkapnya

Datang ke Semarang Jangan Lupa Beli 10 Oleh-oleh Khas Ini

14 hari lalu

Datang ke Semarang Jangan Lupa Beli 10 Oleh-oleh Khas Ini

Selain terkenal destinasi wisatanya, Semarang memiliki ikon oleh-oleh khas seperti wingko dan lumpia. Apa lagi?

Baca Selengkapnya

10 Makanan Paling Aneh di Dunia, Ada Keju Busuk hingga Sup Kura-kura

15 hari lalu

10 Makanan Paling Aneh di Dunia, Ada Keju Busuk hingga Sup Kura-kura

Berikut ini deretan makanan paling aneh di dunia, di antaranya keju busuk asal Italia, Casu Marzu, dan fermentasi daging hiu.

Baca Selengkapnya

Jadi Nasabah KUR BRI Sejak Tahun 2000, Sate Klathak Pak Pong Ramai Diminati

16 hari lalu

Jadi Nasabah KUR BRI Sejak Tahun 2000, Sate Klathak Pak Pong Ramai Diminati

Di akhir pekan dan di hari libur panjang dapat menyembelih 40-50 ekor kambing sehari dengan omzet sekitar Rp35-50 juta per bulan.

Baca Selengkapnya