Jumat, 28 April 2017 TEMPO.CO logo

cinta

Kamis, 20 April 2017 | 21:00 WIB

Kapan Harus Terbuka Soal Keuangan kepada Pasangan?

TEMPO.CO, Jakarta – Tidak bisa dimungkiri, masalah keuangan bisa menjadi salah satu batu sandungan menuju pernikahan. Menurut ahli perencana keuangan Budi Raharjo, solusinya adalah keterbukaan finansial.

Pada dasarnya, keterbukaan finansial mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan finansial kedua belah pihak, seperti bagaimana membiayai pernikahan, mengatur keuangan dalam keluarga, serta membagi penghasilan untuk orang tua jika salah satu pasangan merupakan tulang punggung keluarga. Tujuannya, agar tidak memicu konflik di kemudian hari.

”Topik finansial sering dihindari untuk mencegah konflik, padahal salah satu penyebab konflik adalah ketidakterbukaan finansial sebelum menikah,” ucap senior partner One Shildt ini dalam peluncuran buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Terutama jika kedua belah pihak memiliki filosofi keuangan yang berbeda. Setelah saling terbuka, langkah berikutnya adalah membuat kesepakatan bersama, dari membuat anggaran, pencatatan keuangan, sampai investasi.


”Kesepakatan yang spesifik juga harus dibuat, misalnya kalau ada pengeluaran di atas Rp 1 juta, harus didiskusikan bersama, atau pengeluaran dalam jumlah kecil juga harus didiskusikan,” ujarnya.

Dalam membuat kesepakatan, Budi mengingatkan setiap pasangan untuk tidak mengaitkan penghasilan yang didapat dengan pola hubungan suami-istri.

”Uang sering dikaitkan dengan power, seolah-olah kalau pencari nafkah berhak membelanjakan uang lebih banyak. Akibatnya, pasangannya berada di posisi yang inferior (lebih lemah),” dia menjelaskan.

Menurut Budi, perbedaan penghasilan terutama ketika wanita memiliki penghasilan lebih tinggi dibanding laki-laki menjadi salah satu penyebab perceraian di Indonesia.

Lantas, kapan keterbukaan finansial ini bisa mulai dilakukan? Jawabannya, sejak pacaran. Pasangan bisa mulai dengan menetapkan anggaran bersama ketika akan pergi bersama.

Intinya, pasangan harus mulai saling terbuka dan mulai dengan perencanaan keuangan. “Dengan cara ini, pasangan juga belajar tentang kedewasaan dan rasional ketika menghadapi masalah finansial nantinya,” tuturnya.

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
Festival Kartini Peselancar Pakai Kebaya, Konsentrasi Pecah
Reza Rahadian dan Dwi Sasono Bayangkan Kartini Masa Depan
Wizzy Williana Ungkap Racikan Masker agar Kulit Mulus






Komentar(0)