Sering Bicara Sendiri, Aneh atau Wajar

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi wanita di depan cermin. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Jangan merasa aneh jika kamu sering berbicara kepada diri sendiri, terutama jika berada di depan cermin. Berbicara kepada diri sendiri dapat membantu mengendalikan emosi dan ini merupakan cara yang paling sederhana.

Sebuah penelitian menunjukkan metode self-talk dalam bentuk orang ketiga menjadi bentuk peraturan emosional yang relatif mudah dibandingkan dengan menggunakan metode self-talk orang pertama atau cara yang biasanya dipakai seseorang saat berbicara kepada dirinya sendiri. “Merujuk diri sendiri sebagai orang ketiga membuat seseorang berpikir lebih jernih dan ini bagus untuk otak,” kata Jason Moser, Associate Professor di Michigan State University, Amerika Serikat.

Satu syarat sehatnya bicara dengan diri sendiri, Moser menjelaskan, yakni pembicaraan tersebut menempatkan diri sebagai orang ketiga. Maksudnya, orang tersebut tidak menempatkan diri sebagai aku, atau kamu (seseorang yang diajak bicara), melainkan dia atau orang lain. Metode ini membantu seseorang mendapatkan sedikit jarak psikologis dari pengalaman mereka yang seringkali berguna untuk mengatur emosi.

Penelitian tentang self-talk yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports ini menerapkan dua model percobaan. Pada percobaan pertama, peserta diminta melihat gambar dengan tema yang netral dan tema yang menimbulkan kegelisahan. Saat meihat gambar, peneliti memindai aktivitas otak mereka electroencephalograph.

Ketika peserta bereaksi terhadap gambar yang menimbulkan kegelisahan, misalnya gambar pria yang memegang pistol ke arahnya, seketika itu reaksi emosionalnya meningkat. Namun beberapa saat kemudian orang tersebut bicara sendiri dengan dirinya dan menceritakan gambar apa yang dia lihat. Ketika orang tersebut memposisikan diri sebagai orang ketiga, maka respons emosionalnya turun dengan cepat.

Pada percobaan kedua, peserta diminta membayangkan pengalaman menyakitkan mereka dari masa lalu, sementara aktivitas otak mereka diukur dengan menggunakan magnetic resonance imaging fungsional atau FMRI. Hasilnya menunjukkan peserta kurang menunjukkan aktivitas di wilayah otak yang biasanya terlibat dalam membayangkan pengalaman emosional yang menyakitkan saat menggunakan metode self-talk.

Artinya, seseorang akan lebih objektif dan tidak menghindari sesuatu yang dibenci jika saat bicara sendiri, orang tersebut menempatkan diri sebagai orang ketiga, yakni dia, bukan saya atau kamu.

BOLDSKY | LUCIANA

Berita lainnya:
3 Faktor Penyebab Bunuh Diri, Tandanya Bisa Dilacak
Suka Berkhayal, Boleh Saja Asalkan Tahu Batasannya
Karakteristik Suara, Benarkah Mencerminkan Status Sosial?






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

8 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

8 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

35 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

49 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

52 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri