Kehamilan Ektopik Bisa Merenggut Nyawa, Ini Penyebabnya

Reporter

Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kehamilan ektopik terjadi apabila telur yang telah dibuahi menempel atau berkembang di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi. Kebanyakan kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi sehingga sering disebut dengan tubal pregnanicies.

Setelah pembuahan, telur yang dibuahi berenang melewati tuba falopi untuk menuju ke rahim. Jika tuba falopi bermasalah atau gagal menyediakan jalur telur yang terbuahi tadi ke rahim, telur akan menempel di tuba falopi dan tumbuh di sana.

Meskipun jarang terjadi, ada juga kejadian saat telur yang dibuahi justru menempel pada indung telur, pada leher rahim, perut, atau bahkan bekas luka operasi sesar.

Sekitar 2 persen kehamilan adalah kehamilan ektopik. Ada juga kondisi ketika embrio menempel di uterus atau rahim dan satunya lagi menempel di tuba falopi atau tempat lain. Kondisi langka ini disebut kehamilan heterotropik. Sekitar 1 dari 4.000 hingga 10.000 kehamilan adalah kehamilan heterotropik.

Kehamilan ektopik yang tidak terdeteksi atau tidak segera ditangani dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa karena pendarahan yang disebabkan kerusakan tuba falopi. Situasi ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan tuba falopi pecah dan membahayakan nyawa sang ibu jika pendarahan tidak ditangani dengan tepat.

Bagi Anda yang mengalami kehamilan ektopik, segeralah mengambil tindakan. Sayangnya, tidak ada cara untuk memindahkan janin ke dalam rahim. Oleh karena itu, tidak ada acara selain Anda harus mengakhiri kehamilan.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:
Tren Sushi Salmon, Simak Triknya Agar Tetap Cerah dan Segar
Orang Pintar Hidup Lebih Sehat, Begini Penelitiannya
Pilih Melajang, Nikmati 5 Keuntungannya






Berapa Lama Terjadi Kehamilan setelah Bercinta?

34 hari lalu

Berapa Lama Terjadi Kehamilan setelah Bercinta?

Kesehatan umum dan reproduksi juga berperan dalam menentukan apakah kehamilan bisa terjadi dengan cepat atau tidak.


Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

28 Juni 2022

Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

Persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai sejak memasuki usia remaja. Salah satu tujuannya menjaga kesehatan reproduksi kelak.


Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

1 Mei 2022

Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

Makanan mempengaruhi kesehatan reproduksi, ditambah dengan faktor gaya hidup dan tingkat stres. Jadi coba makanan ini saat ingin hamil.


Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

3 Desember 2021

Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

Serangan ransomware berdampak pada data pribadi sekitar 400 ribu pasien di fasilitas itu bisa diakses hacker.


Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

22 Agustus 2021

Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

Banyak faktor yang membantu mendukung kesehatan reproduksi juga merupakan faktor yang mengoptimalkan umur panjang secara keseluruhan


Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

17 Februari 2021

Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

KPPPA menyebut perkawinan anak memiliki dampak buruk bagi si anak, keluarga, bahkan negara. Selain itu, berbahaya bagi kesehatan reproduksi.


Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

30 Januari 2021

Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

Halsey agresif mengobati endometriosisnya karena merencanakan sebuah keluarga.


Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

28 Januari 2021

Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

Halsey termasuk selebriti yang terbuka dengan kesehatan reproduksinya


Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

11 Desember 2020

Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendiri Tenggara Youth Community, Mariana Yunita Hendriyani Opat menjadi pemenang SATU Indonesia Awards 2020.


Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

1 Desember 2020

Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

Pada triwulan II Tahun 2020, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diperkirakan mencapai 543.100 orang, dan 398.784 orang di antaranya telah ditemukan.