Senin, 19 Februari 2018

Plus Minus Pekerja Lepas, Betulkah Tak Punya Waktu Sendiri?

Oleh :

Tempo.co

Senin, 17 Juli 2017 07:15 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plus Minus Pekerja Lepas, Betulkah Tak Punya Waktu Sendiri?

    Ilustrasi perempuan stres/depresi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Benar jika menjadi seorang pekerja lepas itu artinya Anda memiliki banyak kebebasan. Terutama mengatur kebebasan mengatur waktu. Namun jika Anda sudah mulai jenuh dengan pekerjaan Anda sebagai pekerja lepas, tidak ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang baru—mendirikan perusahaan sendiri misalnya?

    John Rampton dalam Fast Company bercerita tentang pengalamannya yang pernah menjadi seorang pekerja lepas untuk kemudian menjadi seorang pendiri Startup yang sukses. (baca :Di Instagram, Akhirnya Beyonce Posting Si Kembar)

    1. Bekerja dengan orang lain lagi
    Seorang pekerja lepas atau freelancer umumnya tidak banyak bersosialisasi, dan itu sama sekali bukan hal yang buruk. Banyak dari kita sebenarnya lebih suka sendirian sehingga. Namun bukan berarti seorang pekerja lepas selalu sendiri, ia bisa saja ditugaskan dalam sebuah proyek—meskipun biasanya para pekerja lepas hanya berurusan dan berkorespondensi dengan hanya satu atau dua orang.

    Ketika Anda mendirikan startup, ini bisa menjadi transisi yang sulit karena sebagai pendiri startup, Anda harus melibatkan banyak orang. Seorang pendiri startup atau bisnis, tidak mungkin bisa menangani semua tanggung jawab itu sendiri. Anda mungkin membutuhkan pengembang, penulis, dan tenaga penjualan. Anda juga mungkin harus memikirkan pengelolaan media akuntansi, hukum, dan sosial.

    Dalam waktu singkat, Anda dikelilingi orang-orang yang harus Anda percaya dan bergantung secara intensif. Berbicara dari satu orang ke orang lain untuk mengelola sebuah tim merupakan kejutan besar bagi Anda yang terbiasa bekerja lepas sendirian. Mau tidak mau, Anda harus mengerjakan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan untuk memastikan semua orang berada di ‘halaman’ yang sama.(baca :Demi Anak, Begini Trik Agus Ringgo Memilih Pekerjaan)

    Selanjutnya :Pekerja lepas harus menetapkan tengat waktu

    2. Masalah waktu
    Kebanyakan pekerja lepas memiliki waktu yang fleksibel. Mereka mengandalkan tenggat waktu yang diberikan kepada mereka dalam menghasilkan suatu output. Terkadang klien hanya membutuhkan tugas yang diselesaikan pada akhir minggu atau bulan. Dan jika para klien sudah menetapkan tanggal tertentu, sebagai pekerja lepas, Anda biasanya memiliki cukup waktu untuk dapat menikmati kebebasan dan mengatur jadwal kerja Anda sendiri untuk proyek tersebut.

    Sebagai pendiri startup, Anda bertanggung jawab untuk menetapkan tenggat waktu untuk banyak pihak dan banyak hal sekaligus. Banyak yang harus dipikirkan. Anda bisa kehilangan kemewahan untuk menetapkan waktu bekerja Anda sendiri karena begitu Anda memiliki tim, orang mengandalkan Anda untuk membuat bisnis ini sukses—dan yang terpenting adalah supaya Anda dapat membayar mereka tepat waktu. Bahkan kadang, Anda tidak punya waktu libur.(baca :Body Brushing, Solusi Atasi Selulit? Apa Efeknya?)

    3. Anda membangun jaringan dengan cara yang berbeda
    Baik freelancer dan pendiri startup harus tetap memiliki jaringan. Dalam kedua kasus tersebut, Anda harus membangun merek  dan menunjukkan pada orang lain bahwa Anda berharga. Perbedaannya adalah bahwa para pekerja lepas berjejaring dengan klien, sedangkan pendiri startup harus bekerjasama dengan pemimpin pemikiran industri, investor, dan calon pembeli mereka pada saat bersamaan.

    Anda mungkin masih berbaur dengan orang yang sama di acara industri atau di media sosial, tapi fokus Anda sebagai pendiri startup bukan lagi hanya bertemu dengan orang-orang yang mempekerjakan atau menggunkan jasa Anda, melainkan juga harus bertemu dengan orang-orang yang dapat mengembangkan  bisnis Anda.(baca :Cokelat Hitam Bisa Bikin Langsing, Begini Caranya)

    Ketika berjejaring sebagai pendiri startup, Anda harus tahu kebutuhan setiap orang. Investor ingin menghasilkan uang. Pelanggan menginginkan kehidupan mereka lebih baik. Anda harus berinteraksi dan terlibat dengan individu-individu ini dengan gaya dan cara yang berbeda.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.