Murah Hati Membuat Bahagia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Reporter

Ilustrasi perempuan tersenyum. fullhdpictures.com

TEMPO.CO, Jakarta - Berkomitmen untuk bersikap murah hati bisa menjadi salah satu cara membuat hidup kita bahagia.

Dilansir dari laman Indian Express sebuah penelitian dalam jurnal Nature Communications mengungkapkan sikap murah hati membuat orang merasa bahagia. Sikap murah hati bisa memicu perubahan di area altruistik otak dan mengintensifkan interaksi antara area ini dan daerah yang terkait dengan kebahagiaan. Inilah alasan yang membuat seseorang lebih bahagia, ketimbang mereka yang egois.

"Sungguh luar biasa bahwa niat itu sendiri menghasilkan perubahan saraf sebelum tindakan benar-benar diterapkan," kata Philippe Tobler dari Universitas Zurich.

Namun, sering tidaknya seseorang bemurah hati tidak mempengaruhi peningkatan kepuasannya. "Anda tidak perlu menjadi martir yang mengorbankan diri untuk merasa lebih bahagia. Hanya sedikit lebih murah hati, itu sudah cukup, " ujar Tobler.

Untuk sampai pada temuan itu, dia dan tim melakukan penelitian yang melibatkan 50 orang. Para partisipan studi dijanjikan sejumlah uang yang akan mereka terima dalam beberapa minggu berikutnya. Mereka harus memilih membelanjakan uang itu untuk seseorang yang dikenal atau untuk diri mereka sendiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen untuk bermurah hati ataukah sikap egois, terjadi interaksi yang berbeda pada area otak mereka, antara lain persimpangan temporoparietal di bagian otak yang memproses perilaku prososial dan kemurahan hati.

Kemudian, striatum ventral, bagian otak yang berhubungan dengan kebahagiaan, dan korteks orbitofrontal, tempat mempertimbangkan pro dan kontra selama proses pengambilan keputusan.

ANTARA

Berita lainnya:
Tyas Mirasih Menikah dengan Teman Dekat, Apa Plus Minusnya
Si Dia Sakit Parah, Terus atau Putus?
Gigi Hadid Bergaya Pixie di Iklan Stuart Weitzman

 





83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

3 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

4 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

31 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

45 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

47 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

59 hari lalu

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri