Gunakan Pelembab Agar Wajah Segar Selama Berpuasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wajah wanita yang mulus bersih dan segar. shutterstock.com

    Ilustrasi wajah wanita yang mulus bersih dan segar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Puasa di bulan Ramadan membuat tubuh orang menjadi lemas karena kekurangan asupan makanan dan minuman. Karenanya, tubuh perlu diberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi pada saat buka puasa dan sahur agar tetap terhidrasi selama menjalankan puasa.

    Bukan hanya tubuh yang lemas, puasa juga biasanya membuat wajah terlihat lesu dan lemah sehingga tidak segar dipandang mata. Karena itulah, terutama bagi perempuan, perlu juga untuk memperhatikan penampilan wajah, selain juga kesehatan tubuh selama berpuasa.

    Membuat wajah tetap segar dan cerah bisa dilakukan dengan menggunakan riasan. Rifina Afandi, Brand Manager Wardah, mengatakan cara utama membuat kulit wajah tetap segar selama berpuasa tentu saja dengan banyak mengkonsumsi air putih.

    Dia mengatakan cara lainnya adalah dengan menggunakan pelembab wajah. Agar tetap terlihat segar, pelembab sebaiknya dipakai setiap habis shalat.

    Selain pelembab wajah, bibir juga perlu diberikan pelembab bisa dengan memakai balsam bibir sebelum memakai lipstik. Tujuannya agar kulit wajah dan bibir tidak lembab selama puasa.

    Selain itu, jika memang wajah sudah terlihat sangat kusam dan tidak cerah di siang hari, maka bisa disemprotkan face mist untuk mengembalikan kesegarannya. Pemakaian face mist ini bisa sesering mungkin karena bahan dasarnya terbuat dari air, asalkan tidak mengenai mata dan juga mulut.

    Lihat Video: Bulan Puasa, Traveling Jalan Terus

    BISNIS

    Artikel lain:
    Solusi Ahli Agar Poni Rambut Tak Menyebabkan Jerawat
    Bahan Kosmetik Ini Tak Boleh Dipakai Bersamaan
    5 Kiat Mencegah Pori-pori Tersumbat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.