Makanan Rendah Lemak Justru Bisa Bikin Gemuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thehealthage.com

    Thehealthage.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produk dengan label rendah lemak pada makanan kemasan kian digemari dengan alasan kesehatan jadi penyebab utamanya. Selain itu, kandungan lemak yang lebih rendah juga membantu menjaga berat badan.

    Sayang, pada kenyataannya justru kita terdorong untuk makan lebih banyak karena menganggap kalori tubuh belum terpenuhi. Alhasil, bobot tubuh justru meningkat.

    Keadaan ini bisa menjadi salah satu alasan untuk mulai mengurangi makanan berlabel rendah lemak. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan membatasi makanan  rendah lemak adalah:

    #Merasa puas meski hanya makan sedikit
    Sulit merasa puas seberapa pun banyak kita  mengkonsumsi makanan rendah lemak, seperti dikutip dari laman Prevention. Tidak perlu khawatir, izinkan diri, misalnya minum susu full cream dibandingkan susu skim.

    Rasa puas ini akan menjauhkan kita dari kebiasan mengemil atau mengidam. Semakin menghindari lemak, maka semakin tinggi keinginan untuk mengidam, ungkap pengajar kebugaran dan kesehatan, Jansen Ongko.

    #Porsi makanan menjadi lebih sedikit
    Tanpa disadari, konsumsi kalori juga akan berkurang karena indera perasa sudah dimanjakan dan tidak terdorong untuk terus mengunyah makanan. Alhasil, berat badan tetap terjaga dan tubuh terasa lebih sehat.

    TABLOIDBINTANG


    Artikel lain:

    8 Sikap Dokter yang Diharapkan Pasien
    Lingkaran Hitam di Mata, Keturunan atau Kelelahan? Solusinya?
    Operasi Plastik Diminati Para Korban dan Pelaku Bullying


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.