Selasa, 13 November 2018

Nadia Mulya Rasakan Beda Punya Anak Lelaki dan Perempuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadia Mulya di Plaza Senayan dalam acara Women Week 2012, Jakarta, Rabu (25/4). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Nadia Mulya di Plaza Senayan dalam acara Women Week 2012, Jakarta, Rabu (25/4). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Nadia Mulya merasakan sesuatu yang berbeda setiap kali menyusui putranya, Delmar Bevandimulya Mudijana yang kini berumur 9 bulan.

    “Ternyata, punya anak laki-laki itu rasanya beda,” kata Nadia Mulya yang telah memiliki dua anak perempuan, Nadine Andjanimulya Mudijana, 10 tahun, dan Nuala Andharamulya Mudijana, 7 tahun. Baca: Tip Nadia Mulya Atasi Minder Hadapi Banyak Orang

    Seorang sahabat Nadia Mulya memberitahu apa yang berbeda ketika menyusui anak laki-laki. “Perhatikan caranya menatapmu, seolah kamu wanita paling cantik sedunia,” ujar Nadia Mulya menirukan ucapan temannya. “Dan saya merasakannya juga.”

    Ketika menyusui, menggendong, dan bercanda dengan Delmar, Nadia Mulya memperhatikan bayi mungil itu menatapnya sambil berceloteh ‘mamamama’. “Hati saya meleleh. Ingin menangis rasanya,” ucap Nadia.

    Delmar kini mulai berceloteh, merangkak, dan belajar berjalan. Proses tumbuh kembangnya lebih cepat dari perkiraan. Kini hari-hari Nadia Mulya diisi dengan menyiapkan makanan pendamping ASI dan bekal untuk dua putrinya.

    Namun demikian, ada satu bagian paling merepotkan dari menjadi seorang ibu, yakni ketika anak sakit. Ketika Delmar demam beberapa waktu lalu, Nadia Mulya tak bisa tidur semalaman. “Saya baru tidur satu-dua jam, paginya harus memandu talk show,” ujarnya. “Kalau urusan hamil, menyusui, dan bikin makanan pendamping ASI, mah saya sudah khatam.”

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Menilik Alasan Seseorang Menikah Lagi di Usia Senja
    Kapan Harus Terbuka Soal Keuangan kepada Pasangan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.