Efek Air Keras Pada Kulit, Bagaimana Mengatasinya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit wajah kombinasi. shutterstock.com

    Ilustrasi kulit wajah kombinasi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sesuai dengan namanya, air keras, air ini memang "keras" reaksinya terhadap kulit. Alhasil, banyak kasus kejahatan, mulai dari gara-gara cemburu, balas dendam, sampai tawuran antarpelajar, yang menggunakan air berbahaya ini dengan cara menyiramkannya ke korban. Hasilnya, kulit akan melepuh seperti luka bakar.

    Kasus terakhir dan menjadi perhatian publik terjadi pada Selasa pagi, 12 April 2017. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali diteror, kali ini berupa penyerangan fisik. Wajah Novel disiram air keras oleh seseorang setelah salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Air keras adalah larutan asam kuat yang cukup pekat. Contohnya, antara lain larutan asam sulfat (H2SO4), yang dipakai untuk aki kendaraan bermotor, dan asam klorida (HCL) untuk membersihkan permukaan logam.

    Selain itu, air keras juga biasa digunakan untuk alat reaksi kimia pada produksi massal plastik PVC, campuran untuk pembuatan produk kebersihan rumah tangga, produksi gelatin, bahan pembuat zat aditif makanan, dan alat memproses bahan kulit. Bila air keras mengenai kulit, akan timbul nyeri hebat.

    ADVERTISEMENT

    Dengan konsentrasinya yang tinggi, air keras menyebabkan terbakarnya kulit manusia karena sifatnya korosif. Bayangkan, cairan ini bisa meluruhkan karat dan kerak pada besi, bahkan bisa membuat bolong besi yang keras, apalagi kulit manusia yang rapuh. Bila terkena mata bisa menyebabkan kebutaan.

    Jangankan air keras itu terkena bagian tubuh. Menghirup uapnya saja sudah berbahaya buat kesehatan karena bisa menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganggu paru-paru dan usus.

    Biasanya orang akan langsung panik bila terkena air keras sehingga tak bisa berpikir jernih. Orang yang terkena siraman air keras memang perlu mendapat pertolongan pertama sebelum menjalani perawatan medis.

    Namun sebelum mendapat bantuan medis,  cucilah bagian tubuh yang terkena air keras itu dengan air mengalir atau air hangat sebanyak-banyaknya, sekitar 30 menit. Air keras yang terkena kulit akan menyerap kandungan air dan membuat kulit dehidrasi, itulah sebab kulit akan terasa panas. Air yang mengalir tersebut akan mampu mendinginkan jaringan di sekitar kulit.

    Lepaskan seluruh pakaian yang terkena air keras. Jika mengenai mata, basuh mata dengan air hangat selama sekitar 20 menit. Jika uapnya terhirup, segera cari udara segar. Bila air keras terminum, cepatlah berkumur dan minum air putih minimal dua gelas.

    Air keras jenis asam sulfat, yang bisa membuat berkarat menjadi kinclong, tidak berwarna dan berbau serta bersifat larut dalam air. Cairan ini mulai digunakan sejak abad ke-18 dan kini banyak diproduksi di Asia dan Amerika Utara.

    MSDONLINE | PIPIT

    Baca juga :
    Luka Bakar Akibat Air Keras Bisa Disembuhkan, Asal?
    Trik Cantik 5 Menit dari Para Ahli
    Anak Muda Tak Sadar Pelupa Itu Gejala Penyakit Serius


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.