Mari Memahami Lebih Jauh soal Otak Manusia

Reporter

Editor

Rini Kustiani

nutritionaloutlook.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang sejarah, otak manusia selalu menjadi objek penelitian yang menarik. Para peneliti, mulai dari zaman Mesir Kuno sampai filsuf terkenal Yunani, Aristoteles, memiliki andil besar dalam memahami organ penting yang ada di dalam tengkorak kepala itu.

Manfaat Patah Hati

Pakar anatomi kenamaan, Galen, mengklaim otak sebagai komandan dari pergerakan dan kemampuan berbicara. Sepanjang karyanya, Galen mencoba mendalami ventrikel, bagian yang penuh cairan pada organ berwarna putih keabu-abuan itu.

Ada baiknya bila kita pun memahami soal otak dan berikut ini beberapa penjelasan yang diberikan oleh Live Science:

#Otak berukuran besar
Ukuran otak cukup besar. Orang dewasa memiliki otak dengan berat rata-rata 1,3-1,4 kilogram. Beberapa pakar bedah saraf menggambarkan tekstur otak seperti pasta gigi. Namun menurut pakar bedah saraf Katrina Firlik, tekstur otak lebih menyerupai tahu. Dalam otak juga terdapat cairan cerebrospinal dan darah yang jumlahnya mencapai 1,7 liter.

#Ukurannya mengecil
Konon, 5.000 tahun lalu, ukuran otak manusia lebih besar. Menurut data dari penelitian arkeologi, otak manusia di masa lalu berukuran rata-rata 1.350 sentimeter kubik dan sekarang berkurang sekitar 150 sentimeter kubik alias menyusut hampir 10 persen.

Para peneliti tidak tahu pasti apa penyebab penyusutan itu. Namun ada yang bilang tulang tengkorak manusia modern lebih kecil karena makanan sekarang lebih mudah dikunyah sehingga tidak dibutuhkan rahang yang kuat.

#Butuh banyak energi
Menurut American College of Neuropsychopharmacology, meski ukurannya hanya dua persen dari berat tubuh, otak membutuhkan 20 persen oksigen dari darah dan 25 persen glukosa dari aliran darah.

#Keriput bikin pintar
Keriput disebut sebagai pembuat manusia pintar. Ada permukaan di otak yang disebut cerebral cortex dan merupakan rumah dari 100 miliar neuron atau sel-sel saraf. Pada permukaan yang keriput, artinya otak semakin padat di area itu. Hasil penelitian pada hewan menunjukkan binatang-binatang cerdas seperti gajah, kera, dan lumba-lumba memiliki banyak keriput atau kerutan.

#Neuron bukan penghuni terbanyak
Meski jumlahnya ratusan miliar, neuron bukan penghuni mayoritas otak. Persentase neuron hanya 10 persen, sedangkan yang 90 persen lagi adalah glia, yang dalam bahasa Yunani berarti perekat. Para pakar saraf berpendapat glia adalah lem yang merekatkan neuron. Namun penelitian modern menunjukkan fungsi glia lebih dari itu.

#Janin sudah punya otak
Otak sudah tumbuh sejak manusia masih berada dalam kandungan. Bahkan bakal otak sudah terbentuk sejak dini, sekitar tiga minggu usia janin dan bentuknya hanya seperti tabung kecil.

#Otak berkembang penuh setelah masa pubertas
Orang tua tak perlu marah bila anaknya yang masih kecil keras kepala atau sulit mengerti bila diberi penjelasan. Otak belum berkembang secara penuh sampai masa pubertas, atau saat remaja berusia 16-17 tahun. Karena itu, remaja belum matang dalam membuat keputusan atau pertimbangan.

#Otak pria dan wanita sama
Ada pendapat bahwa otak pria dan wanita berbeda. Memang benar, perkembangan otak laki-laki dan perempuan tidak sama karena pengaruh hormon. Karena itulah cara pria dan wanita dalam merasakan sakit, membuat keputusan sosial, dan beradaptasi dengan stres berbeda. Tapi secara umum, otak pria dan wanita sama.

PIPIT

Berita lainnya:
Surf and Turf, Perkawinan Steak dengan Seafood
5 Hal ini yang Bikin Pria 'Menyerah' kepada Wanita
Beragam Tipe Karyawan di Kantor, Anda Termasuk yang Mana?






Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

18 Mei 2022

Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

Banyak perubahan terjadi pada ketenagakerjaan. Perlu penyiapan untuk perlindungan tenaga kerja.


Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

8 Maret 2022

Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

Potensi peradangan semakin besar apabila seseorang memiliki kulit sensitif dan menggunakan masker dalam waktu yang lama.


Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

30 Desember 2021

Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

Penyakit pembuluh darah adalah gangguan yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari dan ke organ tubuh.


Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

20 Desember 2021

Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

Banyak masyarakat bersikap skeptis terkait bahaya pandemi Covid-19. Untuk tangani hal itu, Daewoong ajak anak muda galakkan info kesehatan


Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

18 November 2021

Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan penderita gangguan asam lambung adalah posisi tidur dan diet.


Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

13 November 2021

Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

Indonesia masih endemi demam tifoid atau dikenal dengan sebutan penyakit tipus atau tipes.


Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

11 November 2021

Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

Rutin berjalan kaki setiap hari membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan menurunkan berat badan.


Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

30 Oktober 2021

Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menyemprotkan cairan khusus ke hidung. Apa kandungan dalam cairan itu dan bagaimana cara kerjanya?


5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

24 Oktober 2021

5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala yang dominan terjadi selama pandemi Covid-19 adalah kelelahan dan kurang tidur.


Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

23 Oktober 2021

Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

Ketahui periode terbaik memumpuk "bekal" menjelang massa tulang puncak, fase kondisi tulang terbaik, dan penurunannya untuk mencegah osteoporosis.