Diabetes, Penyakit Pembunuh Nomor 3 di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes adalah penyakit metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Diabetes terbagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

    Diabetes tipe1 disebabkan tubuh berhenti memproduksi insulin karena kerusakan sel pankreas. Kasus ini biasanya ditemukan pada anak-anak. Sementara itu diabetes tipe 2 terjadi akibat pankreas menghasilkan jumlah insulin yang tidak memadai.

    Diabetes tipe 2 merupakan bentuk lebih umum dari diabetes, yaitu sekitar 90 persen kasus. Kasus ini biasanya terjadi pada orang dewasa, namun beberapa tahun terakhir juga ditemukan pada anak-anak. 2.

    Data Sample Registration Survey (SRS) 2014 menunjukkan diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia dengan 6,7 persen setelah stroke (21,1 persen), dan penyakit jantung koroner (12,9 persen). Pada 2015, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diestimasikan sebanyak 10 juta jiwa.

    Angka ini menempati peringkat ketujuh di dunia setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, dan Meksiko. Data ini diperkuat dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, 2010, dan 2013 yang menyebutkan prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu 5,7 persen (2007) menjadi 6,9 persen (2013).

    Setidaknya 415 juta orang dewasa di dunia menderita diabetes pada 2015, dimana sebagian besar kasus merupakan diabetes tipe II. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga 642 juta atau sekitar 1 dari 10 orang dewasa mengidap diabetes pada 2040.

    Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir kejadian diabetes tipe 2 telah meningkat secara dramatis di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini berkaitan erat dengan anak-anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

    Umumnya diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja disebabkan oleh pola diet tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini didukung dengan kemajuan teknologi serta tersedianya berbagai fasilitas yang menjadikan anak malas bergerak.

    Satu dari dua orang hidup dengan diabetes tipe 2 untuk waktu yang cukup lama dan sama sekali tidak menyadari kondisi kesehatannya tengah terganggu. Diabetes tipe 2 memiliki gejala yang begitu ringan, sehingga terabaikan oleh penderita, namun diam-diam merusak fungsi berbagai organ tubuh.

    Pada saat penyakit ini terdiagnosis, berbagai komplikasi serius kemungkinan sudah timbul seperti penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian lainnya.

    BISNIS

    Artikel lain:
    7 Mitos dan Fakta tentang Flu
    Mendesain Rumah dengan Luas Kurang dari 36 Meter Persegi
    Memahami Sinusitis, Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.