Serba-serbi JFW 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peragaan Busana kolesi Bateeq karya desainer Michelle Tjokrosaputro dalam Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta, 22 Oktober 2016. TEMPO/Nita Dian

    Peragaan Busana kolesi Bateeq karya desainer Michelle Tjokrosaputro dalam Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City, Jakarta, 22 Oktober 2016. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.COJakarta - Jakarta Fashion Week 2017 tengah berlangsung di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Selatan. Dimulai sejak Sabtu, 22 Oktober 2016, event mode tahunan ini akan berakhir pada Jumat, 28 Oktober 2016. 

    Inilah pameran fashion paling berkelas di Indonesia, yang digelar pertama kali pada 2008. Banyak hal menarik yang terdapat dalam Jakarta Fashion Week kali ini. Creative Director Jakarta Fashion Week 2017 Ai Syarif menjelaskannya untuk Anda.

    * Digelar pertama tahun 2008 dan diinisiasi oleh Femina Group
    Jakarta Fashion Week pertama kali digelar pada 2008. Pencetusnya adalah Femina Group, yang saat itu menjadi media acuan mode dan fashion Tanah Air. Alasannya, masih dirasa kurangnya wadah promosi bagi para perancang mode Tanah Air untuk unjuk gigi sehingga karya-karyanya dikenal publik.

    Untuk Jakarta Fashion Week 2016, kembali Femina Group yang menjadi penyelenggara utama. Dengan menggandeng beberapa sponsor, seperti Akzo Nobel, Make Over, dan pusat belanja Senayan City, gelaran kali ini diperkirakan bakal menuai sukses seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

    * Desainer peserta dan pengunjung sama-sama membeludak
    Jakarta Fashion Week 2017 ini dipenuhi desainer peserta dan juga pengunjung maupun awak media yang meliput. Sebanyak 250 desainer ikut meramaikan ajang promosi mode terbesar di Indonesia. Mereka terdiri atas desainer muda dan desainer yang namanya telah dikenal lama di dunia mode Tanah Air.  

    * Desainer asing semakin banyak
    Desainer asing yang mengikuti ajang JFW 2017 setiap tahun semakin banyak. Pasalnya, tim mode Indonesia juga kerap mengikuti ajang serupa di negara lain sehingga terjadi pertukaran desainer untuk saling belajar. Tahun ini, ada Jepang, Korea Selatan, Thailand, Swedia, India, dan Australia. Kerja sama internasional yang semakin banyak ini juga membuktikan bahwa bahasa fashion adalah bahasa yang universal dan bisa diterima semua masyarakat dari negara mana pun.

    * Dilengkapi dengan Fashionlink dan Indonesia Fashion Forward sebagai ajang promosi
    Dalam JFW kali ini, ada beberapa lokasi di kompleks Senayan City yang dijadikan bagian dari penyelenggaraan JFW 2017. Yang baru adalah showcase di Fashionlink di hall lantai 8 dan Indonesia Fashion Forward di lantai 2. Keduanya merupakan etalase karya desainer muda Indonesia yang bisa dinikmati, terutama untuk kalangan buyer dari luar maupun dalam negeri.

    * Ada audisi khusus untuk memilih model dan peragawatinya
    Ada tim audisi khusus yang dibentuk untuk menyeleksi model yang akan berjalan di catwalk. Mereka melakukan model search ke berbagai agensi untuk mendapatkan model yang sesuai kriteria. Khusus untuk gelaran tahun ini, model yang terlibat sekitar 200 orang, yang terdiri atas perempuan dan laki-laki, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Jumlah ini diperoleh dari hasil penyaringan sekitar 400 model yang mendaftar.

    Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tinggi badan model itu sendiri. Jika perempuan harus bertinggi badan minimal 170 sentimeter. Sedangkan pria harus mencapai 180 cm.

    D.A. CANDRANINGRUM

    Baca juga:
    Peggy Hartanto Feminin Modern, Major Minor Kembali ke Alam
    Menlu Australia Julie Bishop Blusukan di JFW 2017
    Desain Qonita Gholib Pukau Panggung JFW 2017


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.