Peggy Hartanto Feminin Modern, Major Minor Kembali ke Alam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi busana karya Peggy Hartanto di JFW 2017. instagram.com

    Koleksi busana karya Peggy Hartanto di JFW 2017. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari kedua Jakarta Fashion Week 2017 yang berlangsung sejak 22-28 Oktober di Senayan City ini, para fashionista Ibu Kota disuguhkan dengan koleksi dari dua brand fashion yang mendunia. Peggy Hartanto dan Major Minor menghadirkan busana menarik yang memikat hati pencinta mode tanah air dan mancanegara.

    Peggy Hartanto yang hadir dengan koleksi premium ready-to-wear-nya mempunyai gaya yang kuat dengan estetika. Itu tampak dari potongan pola yang tegas, warna kuat dan penggunaan bahan yang inovatif. Busananya terasa feminin dengan cita rasa modern untuk wanita masa kini.


    Koleksi pertama yang dikeluarkan oleh Peggy Hartanto di Jakarta Fashion Week adalah pada  2012. Sejak itu, brand ini selalu menunjukkan karya-karya terbarunya. Untuk koleksi Spring/Summer 2017, Peggy bereksperimen dengan tema dualism. Tema ini terlihat dari busana-busananya yang kontras namun saling melengkapi, dengan warna-warna alam, permainan volume dan aksen bergaya era 1920-an.

    Peggy Hartanto yang besar di Surabaya, sempat mengenyam pendidikan design and commerce di Sydney, Australia. Sampai kemudian kembali ke Tanah Air untuk mengembangkan brand-nya. Brand Peggy Hartanto yang didirikan pada 2012 inipun berkembang dan saat ini telah mempunyai perwakilan di beberapa kota di Asia, Timur Tengah, dan Inggris. Minat yang tinggi terhadap label ini membuat Peggy Hartanto menjadi salah satu desainer favorit Indonesia yang go international.

    Peggy Hartanto telah mendapat berbagai penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. Penghargaan yang ia dapatkan tahun ini adalah “30 Under the 30 The Arts” dari Forbes Asia.

    Sementara itu, Major Minor yang berdiri pada 2011 oleh Ari dan Sari Seputra, adalah brand fashion Indonesia dengan gaya eklektik yang mencerminkan estetika unik dari para pendirinya. Ari dan Sari Seputra yang sudah berpengalaman di mode Indonesia, mendapatkan ide-ide segar lagi dari para desainernya Inneke dan Ambar.


    Gaya busana yang lekat pada Major Minor adalah preppy, quirky, inovatif, dan dinamis. Potongan-potongan sederhana dan warna kuat menjadi cirri khas dari Major Minor. Semua hasil produksi dari brand ini di buat di Indonesia.

    Semangat kreatif desainer muda Indonesia ini yang membuat label Major Minor menjadi salah satu bintang di industri mode Tanah Air dan internasional. Untuk koleksi Spring/Summer 2017, Major Minor mengeluarkan desain sederhana yang terinspirasi dari alam dan memberi nuansa nyaman, ringan, dan tenang.

    LIESNA SUBIANTO

    Berita lainnya:
    Anak Kurang Gizi, Jangan Buru-buru Dijejali Suplemen
    Ketumbar, Manfaat dan Rasa Terbaiknya Ternyata Ada pada Akar
    Sering Selfie dan Main Sosmed, Hati-hati Ponsel Cepat Panas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.