Kiat Memilih Parfum yang Tepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi.

    ilustrasi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Coco Chanel pernah berkata, “perempuan tanpa parfum, tidak punya masa depan!”. Mungkin pernyataan itu terdengar sedikit pedas, tapi jika dipikir ulang ada benarnya juga. Wewangian tidak hanya menunjang pergaulan, tetapi juga refleksi latar belakang status seseorang.

    Mari Berkebaya

    Pakar wewangian dari rumah parfum Givaudan, Heeson Oh, menjelaskan dalam memilih parfum tidak ada istilah benar atau salah, cocok atau tidak. Tidak ada juga istilah ‘parfum harus menyesuaikan kepribadian’.

    “Tidak ada batasan dalam pemilihan parfum. Jadi, tidak ada parfum yang dibuat khusus agar cocok dengan karakter orang tertentu. Karakter adalah hal yang baku, sementara itu selera adalah hal yang fleksibel. Selera terhadap wewangian lebih dipengaruhi oleh mood,” katanya. Dia juga menjelaskan cara memilih wewangin sesuai selera berikut ini:

    1. Tentukan jenis wewangian yang akan dipilih
    Apakah untuk acara istimewa atau kegiatan sehari-hari. Untuk acara istimewa, sebaiknya memilih wewangian dengan kadar esensial tinggi. Sebaliknya, untuk penggunaan sehari-hari, bisa menggunakan wewangian dengan campuran alkohol lebih banyak. Wewangian dibedakan menjadi 3, yaitu; perfume (kadar esensial 30 persen atau lebih), eau de perfume (20 persen), eau de toilette (10 persen), dan eau de cologne (kurang dari 10 persen). Semakin sedikit kadar esensialnya, penggunaan bisa dilakukan semakin sering.

    “Paling mudah adalah membawa cologne untuk pemakaian sehari-hari, karena bisa disemprotkan kapan saja sesuai kemauan. Namun, kalau eau de perfume apalagi  perfume, penggunaannya cukup sekali saja,” ujarnya.

    2. Usahakan membeli langsung wewangian pilihan Anda
    Jangan melalui online kecuali Anda sudah pernah memakainya sebelumnya. Anda harus datang ke tokonya, mencoba dan mencium baunya secara langsung saat memilih. “Deskripsi wewangian saja tidak cukup. Sebab, reaksi wewangian pada kulit dan minyak alami tubuh berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Sehingga, parfum yang sama bisa menimbulkan efek aroma yang berbeda pada tiap orang.”

    3. Cara mencoba wewangian di toko
    Saat mencoba wewangian di toko, cara paling netral adalah dengan menyemprotkannya pada blotting paper atau kertas strip. Jangan buru-buru, tetapi tunggulah sampai alkoholnya menguap sehingga aroma asli parfum dapat tercium dengan baik.

    4. Bedakan parfum untuk setiap kegiatan
    Ada baiknya setiap orang membedakan parfum untuk acara santai atau kegiatan sehari-hari dan parfum untuk acara formal atau event spesial. Namun, jika Anda tidak mau repot, pilihlah aroma floral karena itu adalah wewangian paling universal (all-for-one).

    5. Pilih aroma watery
    Untuk daerah tropis dengan kelembapan tinggi dan cuaca panas, lebih disarankan memilih wewangian dengan aroma watery yang menyegarkan ketimbang aroma rempah yang pekat dan berat.

    Lantas, bagaimana dengan cara penggunaan yang benar? Heeson mengatakan, cara paling efektif adalah menyemprotkan wewangian pada titik-titik nadi, seperti bagian dalam pergelangan tangan, belakang telinga dan leher, tulang leher, dalam siku, atau balik lutut.

    “Namun, pilihlah paling banyak dua titik nadi saja, jangan semuanya karena baunya akan berlebihan. Untuk penyemprotan di pergelangan tangan, jangan digosok-gosok karena akan merusak komposisi aroma dan karakter dari wewangian Anda,” ujarnya.

    Bagi pemakai hijab atau mereka yang tidak suka membubuhkan wewangian secara langsung pada kulit, dapat juga disemprotkan pada material kain atau busana yang akan dipakai. Namun, pastikan penyemprotan dilakukan di bagian dalam agar tak meninggalkan noda.

    BISNIS

    Baca juga:
    5 Tren Tata dan Warna Rambut L`oreal di JFW 2017
    Koleksi Iwet Ramadhan Buat Penyintas Kanker di JFW 2017
    Permen Karet Menempel di Baju, Atasi dengan 7 Trik Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.