Kiat Mencegah Kambuhnya Alergi pada Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter memeriksa mulut anak. intermountainhealthcare.org

    Ilustrasi dokter memeriksa mulut anak. intermountainhealthcare.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang masih menganggap sepele alergi. Seolah hanya sekadar gatal-gatal atau bersin-bersin. Padahal reaksi dari alergi bisa lebih dari itu dan juga sangat mengganggu. Sebut saja seperti sesak nafas, mata merah, kulit kering dan bersisik, dan lain-lain.

    Karena masih menganggap sepele, faktor penyebab alergi menjadi tidak diperhatikan. Sehingga serangan alergi terus menerus terjadi dan berulang-ulang. Dijelaskan dokter Primadhanty Bhadra yang praktik di Kimia Farma Gading, Solo, alergi adalah suatu respons imun tubuh terhadap sesuatu yang normal seperti makanan, debu, serbuk sari, obat, dan lain-lain.

    “Reaksi ini bisa disebut juga reaksi atopi, sebuah reaksi yang hanya terjadi ketika seseorang berkontak dengan alergen (bahan yang dapat menimbulkan alergi),” kata Primadhanty. Sistem imun akan bereaksi dan dapat menimbulkan gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas.

    Oleh karena itu, semestinya, bila dilakukan kontrol terhadap sumber alergen, gangguan alergi dapat dihindari. “Karena pengobatan pada atopi tidak bersifat menghilangkan penyakit, namun lebih untuk mengurangi gejala dan mencegah terjadinya kambuh,” kata Primadhanty. Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi gejala dan mencegah kambuhnya alergi.

    1. Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
    Hindari barang menumpuk yang dapat menimbun debu tidak terlihat. Bersihkan juga karpet secara rutin dan turunkan kelembapan ruangan dengan air conditioning atau alat penyerap kelembapan box. Jangan lupa jaga kebersihan tubuh, karena salah satu faktor yang menyebabkan alergi di kulit adalah buruknya fungsi sawar kulit. Tidak ketinggalan rawat kulit dengan pemberian pelembap.

    2. Menghindari bahan iritan
    Seperti sabun, detergen, suhu yang ekstrem dan lembap, dan lain-lain. Gunakanlah sabun yang lembut dan dengan Ph normal. Karena penderita atopi mempunyai nilai ambang yang rendah dalam merespons berbagai iritasi.

    3. Mengeliminasi alergen yang telah terbukti
    Awasi makanan atau minuman maupun obat yang menimbulkan reaksi alergi. Anda dapat mengkonsultasikan dengan dokter zat apa yang menyebabkan alergi terhadap Anda. Penting bagi Anda dan keluarga untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu alergi pada diri maupun keluarga agar Anda dapat menghindarinya.

    “Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan seperti patch test atau prick test terhadap penderita. Bila anak Anda yang menderita alergi, ada baiknya sang buah hati diajak untuk mendengarkan hasil tes tersebut. Hal ini diperlukan untuk menjaga kepatuhan dalam menghindari faktor alergi. Selain itu, Anda juga dapat meminta kepada dokter untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan Anda terhadap zat-zat pemicu alergi,” papar Primadhanty.

    4. Kurangi stres
    Stres emosi pada penderita atopi merupakan pemicu kambuh, bukan sebagai penyebab. Konsultasikanlah dengan dokter terapi apa yang terbaik untuk Anda atau keluarga Anda yang terkena alergi. Karena penanganan dan pemeriksaan yang tepat membuat kualitas hidup Anda ataupun keluarga menjadi lebih baik,” pungkas Primadhanty.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Hati-hati Makan Telur, Kerang, dan Kacang!
    Resep Membuat Pewarna Hitam Alami untuk Makanan
    Dari Mana Anak Belajar Berempati? Dari Anda, Orang Tuanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.